Dua Guru SD Al-Muhajirin Lolos Seleksi 1000 GTK Menulis Tingkat Jawa Barat

Kolase foto dua guru SD Al-Muhajirin yang lolos seleksi 1000 GTK Menulis tingkat Jawa Barat. (Foto: Dok SD Al-Muhajirin)

PURWAKARTA, DURASI.co.id – SD Plus 2 Al-Muhajirin kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua guru inspiratif dari unit sekolah unggulan di bawah Yayasan Al-Muhajirin ini berhasil lolos seleksi naskah 1000 GTK Menulis yang diselenggarakan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Barat.

Mereka adalah Nur Afifah Ramadhani, wali kelas 4 Yaman, dan Nina Maryanih, guru kelas 4 Sana’a. Keduanya terpilih sebagai penulis dalam ajang prestisius tersebut yang digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025. Program ini mengusung tema “Sarébu Guru jeung Tenaga Kependidikan Nulis: Népakeun Praktik Hadé Geusan Ngawujudkeun Kualitas Atikan di Jawa Barat”.

Seleksi ketat dilakukan oleh BBGTK Jawa Barat dengan menyaring ribuan naskah dari guru dan tenaga kependidikan di seluruh provinsi. Naskah-naskah terpilih dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan, berbasis praktik baik yang telah dilakukan guru di sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Purwakarta Raih Kado Istimewa di Hardiknas 2025

Kepala SD Plus 2 Al-Muhajirin, Lia Yulindaria, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas capaian dua guru hebat ini. “Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat membanggakan. Kedua guru ini tidak hanya berdedikasi dalam mendampingi siswa, tapi juga terus berupaya menulis dan membagikan praktik baik pendidikan ke publik. Semoga menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Muhajirin Purwakarta, Ifa Faizah Rohmah, turut memberikan apresiasi dengan nada penuh semangat. “Keren-keren ya guru-guru kita! Selamat buat Bu Nina dan Bu Nur Afifah. Jadi inspirasi kita terus. Maju terus guru Al-Muhajirin!” katanya.

Lebih dari sekadar prestasi pribadi, keberhasilan ini menjadi cerminan budaya akademik dan literasi yang terus dikembangkan di lingkungan Yayasan Al-Muhajirin. Kedua guru tersebut dinilai mampu menerjemahkan pengalaman mengajarnya ke dalam karya tulis yang reflektif dan solutif, terutama dalam konteks penguatan karakter, pembelajaran aktif, dan inovasi kelas.

Baca Juga :  Camat Bersama Kades se-Rawamerta Gelar Rapat 'Minggon' Sekaligus Persiapan Hari Santri Nasional

Nur Afifah Ramadhani dikenal sebagai guru muda penuh energi yang aktif mengembangkan media pembelajaran kreatif di kelas 4 Yaman. Sedangkan Nina Maryanih, yang telah menyelesaikan pendidikan magisternya, merupakan guru yang telaten dan konsisten membina literasi siswa serta aktif membimbing berbagai kegiatan tulis-menulis.

Keberhasilan ini juga menjadi motivasi tersendiri bagi siswa-siswi SD Plus 2 Al-Muhajirin. Dengan melihat gurunya menulis dan berprestasi di tingkat provinsi, diharapkan budaya literasi semakin mengakar kuat di lingkungan sekolah.

Ajang 1000 GTK Menulis sendiri merupakan bagian dari program besar BBGTK Jawa Barat untuk menggalakkan budaya menulis di kalangan guru dan tenaga kependidikan. Dengan mengangkat praktik baik dari sekolah masing-masing, karya-karya ini nantinya akan dibukukan dan dijadikan rujukan dalam peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

Baca Juga :  Atas Perbuatan Tidak Menyenangkan Oknum Guru SDN Dawuan Barat 3, CEO Onedigi Mediatama Nusantara Akan Lapor Polisi

Penulis: Rudi
Editor: Indra