PEKANBARU, DURASI.co.id – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau tahun 2025 di Kabupaten Bengkalis, sebanyak 170 dewan hakim dan panitera mengikuti kegiatan orientasi dan pembekalan di Ballroom Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (26/6/2025).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Riau, Muliardi, mengingatkan seluruh dewan hakim dan panitera agar menjaga integritas dan obyektivitas dalam menjalankan tugas penilaian. Ia menegaskan tidak boleh ada keberpihakan atau intervensi dalam proses penjurian.
“Kita harapkan penilaian yang jujur, objektif, dan seadil-adilnya. Tidak ada titipan, tidak ada keberpihakan. Semua demi menjaga marwah MTQ dan syiar Islam di Riau,” ujarnya.
Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, turut menegaskan pentingnya menjaga profesionalisme dewan hakim. Ia mengingatkan bahwa dewan hakim bukanlah perwakilan daerah tertentu, melainkan milik bersama seluruh masyarakat Riau.
“Dewan hakim ini bukan milik satu daerah, melainkan milik Provinsi Riau. Kita ingin hasil terbaik yang membuktikan bahwa Riau mampu bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua Harian LPTQ Riau, Zulhenri Rais, yang meminta agar tidak ada perlakuan istimewa kepada peserta mana pun.
“Tidak ada istilah anak atau murid dalam penilaian. Semua peserta harus mendapat perlakuan yang sama. Hakim harus menjaga kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Sabrioda, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi dan pembekalan diikuti sekitar 170 peserta yang terdiri dari ketua majelis, anggota, panitera, hingga hakim lampu dari seluruh cabang perlombaan.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para dewan hakim dan panitera memiliki pemahaman yang seragam, bertugas secara profesional, serta mampu menjaga kualitas dan kredibilitas pelaksanaan MTQ ke-43 Tingkat Provinsi Riau,” tutupnya. [Sukri]









