BATAM, DURASI.co.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam merespons surat resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga terkait insiden tergulingnya kendaraan over dimension over loading (ODOL) bermuatan sembako dan minuman beralkohol di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Rabu (20/8/2025) lalu.
“Hari ini (Kamis, 21 Agustus 2025) kami telah menerima surat dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga atas kejadian di Pelabuhan Roro Jagoh, Kecamatan Singkep Barat pada 20 Agustus 2025,” kata General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis kepada DURASI.co.id, Kamis (21/8/2025).
Hermin mengatakan, atas kejadian tersebut, ASDP akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepri, Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas untuk bersama-sama melakukan pengecekkan kendaraan ODOL yang akan menyeberang dari Batam ke lintasan-lintasan yang dilayani ASDP Batam, sehingga dapat memitigasi adanya kendaraan ODOL sebelum masuk ke pelabuhan.
Saat ditanya mengenai frekuensi kendaraan yang melintas dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur menuju Pelabuhan Jagoh, Hermin menjelaskan bahwa setiap keberangkatan dari Batam menuju Lingga didominasi oleh kendaraan golongan IVB (pick up) sebanyak 17 unit per kapal dan golongan VB (truk/lori) dengan rata-rata sebanyak 2 kendaraan per kapal.
“Di pekan ini kami juga akan melakukan pemanggilan kepada pengguna jasa pemilik kendaraan ataupun koperasi yang menaungi pengelolaan kendaraan dalam penertiban ODOL sehingga adanya edukasi serta sebagai teguran dari kejadian yang terjadi,” katanya.
Seperti berita sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendry Efrizal, mengatakan truk yang terguling tersebut merupakan kendaraan ODOL.
“Kami akan menyurati pihak ASDP, atas aktivitas truk ODOL yang sering masuk ini. Mungkin bisa jadi perhatian bersama dengan pihak Syahbandar,” katanya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang kembali setelah sejumlah bagian MB selesai diperbaiki.
Insiden ini menjadi sorotan karena maraknya kendaraan ODOL dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur Batam menuju Lingga maupun daerah lain yang melintas tanpa pengawasan. Dari pengamatan di lapangan, hampir setiap keberangkatan menuju Pelabuhan Roro Jagoh, Lingga, selalu ditemukan kendaraan dengan muatan berlebih.
Berdasarkan catatan DURASI.co.id, insiden kendaraan ODOL terguling di sejumlah pelabuhan Roro di Kepri, khususnya kendaraan yang berasal dari Pelabuhan Roro Telaga Punggur Batam, bukanlah hal baru. Pada 2 Januari 2018, sebuah truk ODOL pengangkut barang ekspedisi dengan nomor polisi BP 8335 BU terguling di Pelabuhan Roro Telaga Punggur. Kemudian, pada Januari 2025, sebuah mobil pickup ODOL yang membawa barang ekspedisi dari Batam menuju Lingga juga terguling di jalan menuju pelabuhan yang sama. Belakangan, satu unit mobil pickup bernomor polisi BP 8665 FY, bermuatan sembako dari Batam terbalik saat hendak keluar dari KMP Barau yang baru sandar di pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, Jumat 25 April 2025.
Puluhan kendaraan ODOL milik sejumlah pengusaha ekspedisi rute Pelabuhan Roro Telaga Punggur-Pelabuhan Jagoh memiliki pola tersendiri. Mereka tidak masuk ke pelabuhan lebih awal sebagaimana mestinya. Kendaraan kelebihan muatan itu baru bergerak masuk sekitar 5-10 menit sebelum kapal Roro bertolak. Modus ini sengaja dilakukan untuk menghindari sorotan media sekaligus meminimalisasi peluang pemeriksaan petugas di pelabuhan. [red]









