Pasokan Terbatas, Harga Cabai Merah di Meranti Tembus Rp95 Ribu per Kilogram

Cabai merah yang dijajakan di salah satu pasar tradisional di Selatpanjang. (Foto: Haykal-Durasi.co.id)

SELATPANJANG, DURASI.co.id – Harga cabai merah di pasar tradisional Kepulauan Meranti masih bertahan di angka tinggi, yakni Rp95 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat pedagang kecil dan ibu rumah tangga merasa tertekan karena daya beli menurun.

Beberapa pedagang mengaku penjualan ikut menurun akibat harga tinggi. “Biasanya bisa habis 10 kilogram per hari, sekarang paling 4 kilogram saja,” kata Ina, pedagang cabai di Pasar Modern Selatpanjang.

Warga dan ibu rumah tangga juga merasakan dampaknya. Siti, seorang ibu rumah tangga di Selatpanjang, mengaku harus mengurangi jumlah cabai yang dibeli untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dulu belanja satu kilogram cukup untuk seminggu, sekarang harus beli setengah kilo saja. Harga terlalu mahal,” ujarnya.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD 2025, Bupati Kasmarni Ungkap Empat Prioritas Pembangunan

Hal senada disampaikan Agus, warga lain, yang menilai lonjakan harga cabai membuat pengeluaran rumah tangga membengkak.

“Setiap minggu harus keluar lebih banyak uang hanya untuk sayur dan bumbu dapur. Kalau begini terus, banyak keluarga yang kesulitan,” kata Agus.

Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kepulauan Meranti, Miftah, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, tingginya harga cabai dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah pemasok utama yang masih menghadapi kendala distribusi.

“Disperindagkop-UKM Kepulauan Meranti juga terus berupaya memantau dan menstabilkan harga,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, pemerintah daerah berencana menjalin kerja sama pengiriman dengan wilayah pemasok alternatif, seperti Sumatera Barat bagian selatan dan Riau daratan, agar pasokan cabai dapat segera ditingkatkan.

Baca Juga :  BI Layani Penukaran Uang Lusuh di Anambas

“Stok di pasar lokal menurun karena pasokan dari luar daerah belum lancar. Faktor cuaca dan biaya transportasi juga berpengaruh besar terhadap harga jual di tingkat pedagang. Kami pantau setiap hari dan mengimbau pedagang tidak menaikkan harga di luar kewajaran,” jelas Miftah.

Penulis: Haykal
Editor: Indra