Jasa Pelayanan Capai Rp90 Juta Lebih per Bulan, Halomoan Jadi Sorotan

Ilustrasi. (Editor visual: Yopi/Durasi.co.id)

TEMBILAHAN, DURASI.co.id – Polemik terkait pemberian jasa pelayanan (Jaspel) di salah satu fasilitas pelayanan kesehatan daerah menjadi perhatian publik.  Nama Halomoan menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai besaran Jaspel yang diterimanya setiap bulan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber internal, Jaspel yang diterima disebut mencapai lebih dari Rp90 juta per bulan.

Angka tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dibandingkan dengan tenaga medis lainnya di lingkungan rumah sakit tersebut. Sejumlah sumber menyampaikan bahwa dalam beberapa waktu terakhir yang bersangkutan jarang terlihat menjalankan aktivitas pelayanan secara langsung.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen rumah sakit maupun pemerintah daerah terkait mekanisme penilaian kinerja dan dasar perhitungan Jaspel tersebut.

Baca Juga :  Cuaca Masih Berpotensi Hujan, Pemkab Kuansing Tingkatkan Kewaspadaan Banjir

Jaspel sendiri merupakan insentif yang bersumber dari pendapatan layanan rumah sakit melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain Jaspel, tenaga medis yang berstatus aparatur sipil negara juga menerima gaji dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa tenaga kesehatan menyampaikan harapan agar sistem pembagian jasa pelayanan dilakukan secara transparan dan proporsional, sesuai dengan beban kerja serta kontribusi pelayanan masing-masing.

“Kami yang bertugas setiap hari, berjaga dalam sif, dan menangani pasien langsung dari pagi hingga malam tentu berharap sistem pembagian jasa pelayanan benar-benar proporsional dan transparan,” ujar salah satu tenaga kesehatan, Jumat (20/2/2026).

Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk menjaga rasa keadilan dan profesionalisme di lingkungan kerja. Sementara itu, masyarakat meminta adanya klarifikasi serta penjelasan terbuka dari pihak terkait guna menghindari kesimpangsiuran informasi.

Baca Juga :  Kasmarni Harap Tradisi Berzanji Marhaban Terus Hidup di Tengah Generasi Muda Melayu

Audit dan evaluasi terhadap mekanisme pembagian Jaspel dinilai perlu dilakukan apabila memang terdapat persoalan administratif atau tata kelola.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi Halomoan serta pihak manajemen rumah sakit untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut. [Yop]