MEDAN, DURASI.co.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan akan mengaktifkan kembali kanal pengaduan. Pengaktifan kembali kanal tersebut bertujuan agar orang tua/wali murid dapat mengadukan kinerja guru atau pengelola sekolah yang melanggar aturan. Kanal pengaduan tersebut pernah aktif sekitar tiga hingga empat tahun lalu saat Laksamana Putra Siregar menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
“Kita akan mengaktifkan kembali kanal tersebut agar lebih cepat mendapatkan informasi tentang kinerja para guru, kepala sekolah, atau yayasan yang menyalahgunakan wewenang mereka,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, kepada rombongan Persatuan Wartawan Kota Medan (PWPM), Kamis (21/5/2026).
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan yang saat ini menjabat sebagai Asisten Umum Setdako Medan itu, pada April lalu dipercaya Wali Kota Medan Rico Waas untuk memimpin Disdikbud Medan sebagai pelaksana tugas kepala dinas.
Laksamana melanjutkan, pada masa dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, pengaduan yang paling banyak diterima berkaitan dengan dugaan korupsi yang dilakukan guru dan pihak sekolah.
“Banyak yang memotong dana bantuan untuk siswa dan juga melakukan pungutan kepada siswa dengan berbagai dalih,” ujarnya.
“Kita tidak ingin hal itu terjadi lagi di era Pak Rico. Karena itu, kanal tersebut akan kembali diaktifkan,” imbuhnya.
Selain itu, Laksamana mengatakan Pemerintah Kota Medan juga memiliki program bantuan sebesar Rp400 ribu bagi siswa sekolah dasar (SD) dan Rp700 ribu bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) yang didanai dari APBD Kota Medan untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Semua siswa berhak menerima bantuan tersebut apabila memenuhi syarat. Salah satu syaratnya ialah siswa yang bersangkutan belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, baik Program Indonesia Pintar (PIP) maupun bantuan lainnya.
Kepada tim PWPM, Laksamana berharap media dapat mempublikasikan program-program di Disdikbud Medan secara berimbang.
“Saya berencana nantinya membuat coffee morning atau coffee afternoon agar kita bisa berdiskusi demi kemajuan pendidikan di kota ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWPM M Edison Ginting menjelaskan kepada Kadisdikbud bahwa maksud kedatangan timnya adalah untuk memperkenalkan pengurus baru PWPM. Edison juga mengharapkan kerja sama yang baik dengan dinas tersebut dalam menyosialisasikan program-program pendidikan kepada masyarakat.
“Bapak jangan segan-segan menghubungi kami jika ada kegiatan yang memang harus dan layak dipublikasikan,” ujarnya didampingi Sekretaris PWPM Irwan Manalu, Bendahara Zulfiana, Penasihat Sumuang Nababan, Fitmen Panjaitan (IT), Esril Situmorang (Kabid IT), Maria (UMKM), dan Syafrizal (Kerja Sama Antar Lembaga). [Nababan]








