RENGAT, DURASI.co.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menunjukkan perkembangan positif. Setelah berlangsung selama tiga hari, kebakaran di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, mulai berhasil dikendalikan. Asap tebal yang sebelumnya terlihat pada Senin (29/6/2026) siang kini hanya tersisa tipis di beberapa titik.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa operasi pemadaman yang dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara mulai membuahkan hasil. Tim gabungan terus bekerja untuk memastikan api benar-benar padam.
Perkembangan serupa juga terjadi di wilayah Sungai Raya, Rengat. Memasuki hari kedua penanganan, seluruh perimeter area yang terbakar telah berhasil dikuasai sehingga tahapan selanjutnya difokuskan pada proses pendinginan atau mopping up.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyampaikan bahwa situasi di kedua lokasi terus membaik berkat sinergi seluruh personel yang terlibat dalam operasi.
“Di Sekip Hilir pemadaman sudah memasuki hari ketiga. Siang tadi memang sempat muncul asap cukup tebal, tetapi menjelang sore kondisinya jauh lebih baik dan hanya tersisa asap tipis di bagian ujung lokasi. Kalau kondisi tetap seperti ini, kami optimistis besok penanganannya bisa dituntaskan,” ujar Ferdian pada Senin malam.
Untuk lokasi Sungai Raya, kata Ferdian, tim kini memusatkan perhatian pada proses pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Untuk lokasi Sungai Raya, perimeter sudah berhasil kami selesaikan hari ini. Besok tim akan melaksanakan mopping up agar bara yang masih ada benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran,” katanya.
Ia menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi Manggala Agni bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan yang terus berjibaku di lapangan.
Operasi pemadaman juga mendapat dukungan dari dua helikopter water bombing milik Satgas Udara yang dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api di lokasi yang sulit diakses oleh personel darat.
“Penanganan ini merupakan kerja bersama. Dukungan seluruh unsur di lapangan, termasuk dua helikopter water bombing, sangat membantu mempercepat proses pemadaman sehingga kondisi di kedua lokasi semakin terkendali,” jelasnya.
Meski kondisi semakin terkendali, Manggala Agni tetap meningkatkan kewaspadaan. Patroli darat dan udara terus dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi meningkatkan risiko karhutla.
“Kami tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga terus memperkuat langkah pencegahan. Patroli darat maupun udara tetap berjalan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila ada potensi karhutla. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena pencegahan jauh lebih efektif daripada penanganan,” tuturnya. [bud]








