Panen Raya Melon di Tanjab Barat Hasilkan 16 Ton, Pasok hingga Batam dan Jakarta

Redaksi Durasi
Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat memanen melon di kawasan Agrowisata Budidaya Melon, Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Jumat (17/7/26).

TANJAB BARAT, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Barat terus mendorong pengembangan sektor hortikultura sebagai penggerak ekonomi desa. Hal itu ditandai dengan panen raya melon yang digelar di kawasan Agrowisata Budidaya Melon, Desa Kuala Dasal, Kecamatan Tungkal Ulu, Jumat (17/7/2026).

Panen raya tersebut dihadiri Bupati Tanjab Barat Anwar Sadat bersama Wakil Bupati Katamso SA dalam rangka kunjungan kerja ke desa tersebut. Keberhasilan budidaya melon dinilai menjadi bukti bahwa komoditas hortikultura memiliki potensi besar untuk dikembangkan di daerah.

Dari lahan sekitar 0,6 hektare yang ditanami kurang lebih 3.000 batang melon, kelompok tani setempat berhasil memanen sekitar 16 ton buah berkualitas. Hasil produksi tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga dipasarkan ke Kota Jambi, Batam, hingga Jakarta.

Selain itu, melon asal Desa Kuala Dasal juga menjadi salah satu pemasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, dengan volume pasokan mencapai 600 kilogram.

Baca Juga :  Pj Bupati Kerinci Lantik Pejabat Eselon III dan IV

Dalam sambutannya, Anwar Sadat mengapresiasi kerja sama kelompok tani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi mengembangkan budidaya melon hingga menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa masyarakat desa mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan sektor pertanian bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Apa yang kita rayakan hari ini bukan sekadar panen melon, tetapi menjadi bukti bahwa masyarakat desa mampu berinovasi dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Keberhasilan ini harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Tanjab Barat,” ujar Anwar Sadat.

Menurutnya, sektor hortikultura memiliki prospek yang menjanjikan sebagai alternatif penguatan ekonomi desa. Selama ini Tanjab Barat dikenal sebagai daerah penghasil kelapa sawit dan karet. Namun, keberhasilan Desa Kuala Dasal menunjukkan bahwa komoditas hortikultura juga mampu memberikan nilai tambah yang tinggi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Wabup Tanjab Barat Melayat ke Rumah Duka Kades Mandala Jaya

Karena itu, Pemkab Tanjab Barat terus mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan melalui konsep One Village One Product agar setiap desa memiliki produk andalan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Anwar Sadat juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan usaha hortikultura, terutama keterbatasan lahan. Menindaklanjuti usulan kelompok tani untuk mengembangkan kawasan hortikultura terpadu seluas sekitar lima hektare, Pemkab Tanjab Barat akan membangun komunikasi dan menjajaki kerja sama dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut, termasuk PT WKS dan mitra usaha lainnya, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain perluasan lahan, ia menekankan pentingnya membangun sistem agribisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, petani tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus menguasai teknologi, menjaga standar mutu, memperkuat kemasan dan merek produk, serta memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Batam Berlakukan Pemutihan Denda PBB-P2 100 Persen hingga 24 Desember 2025

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Darmaji mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut. Tingginya permintaan pasar, menurutnya, menjadi motivasi bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan produksi. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama dalam melakukan ekspansi usaha.

Darmaji mengatakan produksi melon diproyeksikan meningkat hingga sekitar 30 ton setiap musim tanam apabila dukungan lahan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dapat direalisasikan. Ia berharap keberhasilan budidaya melon di Desa Kuala Dasal dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor hortikultura yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. [Misdi]