MEDAN, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memamerkan beragam kain tenun di paviliun mereka pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Berbagai jenis kain yang dipamerkan meliputi kain tenun Sipirok, batik cap dari Muara Tais, serta ulos Godang, Parompa Sadum, dan Hande-hande (selendang).
Menurut salah seorang petugas, Iskandar Abdullah, Sabtu (18/7/2026), kain tenun dan batik cap tersebut diproduksi menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Hasil produksinya memiliki tekstur yang halus dengan beragam motif dan warna.
Ia mengatakan, kain-kain tersebut telah diperkenalkan di tingkat nasional maupun internasional melalui berbagai pameran. Terakhir, produk tersebut dipamerkan di Singapura. Untuk pemasarannya, kain tersebut telah dijual secara luring (offline) maupun daring (online).
“Harganya juga terjangkau. Kain tenun dijual mulai dari Rp270.000 hingga Rp750.000, sedangkan batik cap dijual dengan harga berkisar Rp250.000 hingga Rp400.000,” terangnya.
Ia menambahkan, para perajin tenun mendapat pembinaan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Selatan.
Selain kain tenun dan ulos, Tapanuli Selatan juga memamerkan produk unggulan berupa gula merah. Produk tersebut dibuat secara tradisional tanpa campuran gula putih sehingga memiliki aroma karamel yang khas, bertekstur lembut, dan mudah larut. Gula merah dipasarkan dalam bentuk cetak (batok/tepek) maupun bubuk (gula semut).
Harga gula merah ukuran 1,5 kilogram dijual Rp60.000, sedangkan ukuran 1 kilogram dijual Rp40.000.
Selain itu, aneka camilan hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari sejumlah kecamatan juga dipamerkan, di antaranya keripik jagung, stik labu, kacang gulo, serta kerupuk ikan lele dari Desa Sugi, Kecamatan Marancar.
Produk lainnya meliputi keripik tempe, kue tambang, kerupuk gurih, abon ikan lele dari Batang Toru, dan keripik sambal dari Sipirok. Ada pula kerupuk udang, kerupuk nila mentah, serta kerupuk udang goreng dari Kecamatan Sayur Matinggi.
“Para pelaku UMKM tersebut merupakan binaan UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK Tapanuli Selatan yang diketuai Murni br. Siregar,” ujarnya. [Nababan]







