Terungkap di Reses Salomo Pardede, Banyak Warga Keluhkan Tak Dapat Bansos

Redaksi Durasi
Anggota DPRD Medan Salomo TR Pardede berfoto bersama warga usai menggelar Reses VI Masa Persidangan III di Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (27/7/26). Foto: Nababan/Durasi.co.id

MEDAN, DURASI.co.id – Banyak warga di Kecamatan Medan Tuntungan dan Kecamatan Medan Selayang mengeluhkan tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Keluhan itu disampaikan kepada anggota DPRD Medan, Salomo TR Pardede, saat melaksanakan Reses VI Masa Persidangan III di Jalan Bunga Rampe Raya dan Jalan Bunga Rampe VII Gang Dahlia, Kelurahan Simalingkar B, serta di Jalan Pintu Air IV Gang Methodist, Kelurahan Kwala Bekala, pada Sabtu dan Minggu (26–27 Juli 2026).

Di tiga lokasi reses tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait sulitnya memperoleh bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan bantuan lainnya. Padahal, berdasarkan data desil, mayoritas warga berada di bawah desil 5.

“Mohon dijelaskan kepada kami, mengapa kami yang desilnya di bawah 5 belum bisa mendapatkan bansos?” tanya Elfrida Limbong yang diamini warga lainnya, seperti Basria Siringo-ringo, Lina Marbun, Dora Karokaro, dan sejumlah warga lainnya.

Warga bahkan menuding adanya praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam penentuan penerima bantuan.

Selain persoalan bansos, warga juga mengeluhkan banyaknya lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam di lingkungan mereka. Warga Jalan Bunga Rampe VII, Boru Ginting, turut mengeluhkan rumahnya yang selalu kebanjiran saat hujan karena tidak adanya drainase di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga :  Gubernur Bobby Nasution Minta Realisasi Program Prioritas Daerah Dipercepat

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Salomo Pardede menegaskan akan memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Saya minta Pak Lurah, Pak Camat, dan Dinas Sosial Kota Medan bergerak cepat membantu warga yang layak menerima bantuan. Itu hak warga negara dan harus segera dipenuhi,” ujar Salomo kepada Lurah Simalingkar B Inganta P Sembiring, Kasi Trantib Kelurahan Kwala Bekala Roida Juni Nahamoun, Camat Medan Tuntungan yang diwakili Kasi Trantib Junedi Sembiring, serta perwakilan Dinas Sosial, yakni Dody, Budi, dan Ridhaul Lubis.

“Saya tidak mau ada warga di sini yang tidak mendapatkan haknya. Apalagi ada warga difabel seperti Ibu Dora Karokaro yang layak menerima bantuan, tetapi belum mendapatkannya. Tolong Pak Lurah dan Dinas Sosial segera bantu beliau. Pada pertemuan berikutnya, saya tidak ingin mendengar beliau masih belum menerima bantuan,” tegasnya.

Perwakilan Dinas Sosial, Budi, Ridhaul Lubis, dan Dody menjelaskan bahwa saat ini masyarakat dapat mengajukan permohonan bansos melalui aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Setelah mengunduh aplikasi tersebut, masyarakat dapat memilih menu Perlindungan Sosial (Perlinsos) dan mengisi formulir yang tersedia.

Baca Juga :  Memburu Formula Birokrasi Efektif, Pansus DPRD Pringsewu Kaji Ulang Desain Struktur OPD di Kemendagri

“Bagi yang tidak memiliki ponsel Android, bisa meminta bantuan kepada agen Perlinsos, seperti kepala lingkungan, lurah, maupun petugas terkait,” ujar Budi.

Penjelasan tersebut diperkuat oleh Lurah Simalingkar B, Inganta P Sembiring. Ia menegaskan bahwa pihak kelurahan siap membantu warga yang memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan sosial.

“Kami terbuka dan siap membantu warga. Silakan datang ke kantor lurah, kami siap melayani,” katanya.

Selain bansos, warga juga menyampaikan keluhan mengenai drainase, jalan rusak di Kelurahan Simalingkar B, LPJU yang padam, serta kondisi sejumlah pohon di tepi jalan yang sudah berlubang dan lapuk.

Menanggapi persoalan drainase dan jalan rusak, perwakilan Dinas SDABMBK Kota Medan, Makrifatullah dan M Maulana, mengajak warga meninjau langsung lokasi yang dimaksud agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, terkait LPJU dan pohon yang membahayakan, Salomo berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan.

Baca Juga :  Melalui Medan untuk Semua, Wali Kota Buka Peluang Emas bagi Investor India

“Tolong nanti difoto pohon yang dimaksud, lalu kirim kepada saya agar bisa saya teruskan ke DLH,” pesannya.

Menjawab pertanyaan warga mengenai kepesertaan BPJS Kesehatan yang tiba-tiba tidak aktif, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Situmorang dan Venty Silalahi SKM, menjelaskan bahwa warga Kota Medan kini dapat berobat hanya dengan membawa KTP.

“Jangan takut berobat. Bapak dan Ibu cukup membawa KTP, pasti akan dilayani,” katanya.

Terima Penghargaan

Sebelum pelaksanaan reses di Jalan Pintu Air IV Gang Methodist, pimpinan Gereja Methodist Efrata bersama jemaat menyerahkan piagam penghargaan kepada anggota DPRD Medan, Salomo TR Pardede.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Salomo dalam membantu gereja tersebut.

“Penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih kami atas dedikasi Pak Salomo yang selalu membantu kami,” ujar pimpinan Gereja Methodist Efrata, Pdt Laia.

Ia berharap Salomo tetap memberikan perhatian kepada gereja dan masyarakat di daerah pemilihannya pada masa mendatang. [Nababan]