Pemkab Kuansing Siapkan Secara Optimal Pelaksanaan Pacu Jalur Tepian Narosa Telukkuantan

Redaksi Durasi
Plt Bupati Kuansing Mukhlisin. (Foto: Diskominfo)

KUANSING, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus secara intens mempersiapkan penyelenggaraan pesta seni budaya Pacu Jalur Nasional yang akan berlangsung pada 19–23 Agustus 2026 mendatang.

Plt Bupati Kuansing Mukhlisin, memaparkan bahwa jalur yang digunakan untuk festival tersebut didesain khusus, mulai dari panjang, model, kekuatan, seni, hingga warna-warni. Begitu juga dengan prosesi pelepasan jalur di Tepian Narosa.

Menurutnya, seluruh rangkaian tersebut menggambarkan bahwa Pacu Jalur bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi juga memiliki nilai seni dan kreativitas yang tinggi serta dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah dunia.

“Pesta seni pada saat festival 19–24 Agustus 2026 dikemas dengan serentetan acara seni budaya lokal, seperti tari, lagu, dan musik yang bernilai tinggi,” katanya.

Bahkan, masyarakat diberikan kesempatan untuk memaksimalkan usaha kecil dengan beragam hasil karya bernilai tinggi selama festival berlangsung.

Baca Juga :  PW Muslimat NU Riau Gelar Konferensi Wilayah VII di Pekanbaru

Seperti makanan dan minuman khas yang memiliki ciri serta cita rasa berbeda dengan daerah lain. Selain itu, terdapat kerajinan khas berupa batik, replika jalur, sablon nama, dan sebagainya.

Hal tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa Kuansing memiliki aset berharga.

“Semua itu akan membuat tamu dan penonton yang hadir di Kuansing terpukau, bahkan menjadikan hasil karya tersebut sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Plt Bupati Kuansing Mukhlisin dan Pj Sekda Muradi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memeriahkan festival serta mendukung kesuksesan seluruh rangkaian acara pesta seni budaya tersebut.

Menariknya, wisatawan mancanegara juga dapat memvideokan dan memviralkan seluruh kegiatan seni budaya yang unik tersebut kepada masyarakat dunia.

Baca Juga :  Bawaslu Meranti Ingatkan Semua Parpol dan Caleg Tak Berkampanye di Masa Tenang

Dalam berbagai kesempatan, Mukhlisin menyebutkan bahwa Kuansing juga akan menyiapkan dan menyuguhkan sejumlah objek wisata lokal yang luar biasa indah, nyaman, dan aman untuk dikunjungi wisatawan.

Seperti Air Terjun Tujuh Tingkat, Danau Kebun Nopi, Danau Kari, pemandian air panas, serta objek wisata religi berupa masjid dan rumah ibadah yang telah berusia ratusan tahun.

Wisata religi juga dapat dilakukan dengan mengunjungi makam ulama besar, seperti makam Syeikh Ahmad Bunda, Syeikh Soleh, Syeikh Al Azhar, Syeikh Muhamad Hadi, salah satu mufti Indragiri, serta Buya Makrifat Mardjani, pendiri Riau.

“Mari kunjungi, agar memahami dan mendapatkan informasi menarik tentang aset daerah Kuansing,” pintanya.

Bahkan, beberapa objek wisata alam seperti hutan kota, taman yang indah, Desa Wisata Sentajo, serta perguruan silat khas Kuansing seperti Silat Pangian dan Silat Bertuah juga memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Baca Juga :  Khutbah Jumat di Masjid Al Hidayah Pekanbaru: Penyembelihan di Akhirat

Para wisatawan dapat mengunjungi objek-objek wisata menarik tersebut dan memviralkannya ke seluruh dunia.

Dengan demikian, seluruh wisatawan dan tamu yang hadir di “Kota Wisata Jalur” akan merasa puas dan diharapkan selalu datang kembali ke Kuansing yang memiliki beragam seni, adat, dan tradisi unik serta menarik.

Untuk diketahui, masyarakat Kuansing dengan keramahan dan adab akan menyambut para wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara dengan baik.

Biasanya, masyarakat Kuansing yang berada di perantauan, baik di berbagai daerah, provinsi, maupun luar negeri, akan pulang ke kampung halaman saat pesta seni budaya tahunan digelar. [Suhendi]