BATAM, DURASI.co.id – MAN Insan Cendekia (IC) Kota Batam menggelar kegiatan Educational and Cultural Exchange bersama Way Maker School dari Korea Selatan di lingkungan kampus MAN IC Batam, Jumat (4/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam memperkuat wawasan global para siswa melalui interaksi internasional.
Rangkaian acara diawali dengan penyambutan dan makan siang bersama (Welcoming Lunch) di lantai satu Gedung PTSP. Acara resmi dibuka di lantai dua oleh Koordinator Kegiatan, Helena Rouhillahi, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala MAN IC Batam, M Kamal, serta Academic Affairs Way Maker School Korea, Grace (Hye Jin Cho).

Memasuki acara inti, kedua sekolah saling memaparkan profil serta sistem pendidikan di negara masing-masing. Perwakilan siswa MAN IC Batam, Nadia Shabira dan Hafiz Bukhori, mempresentasikan sistem pendidikan dan budaya Indonesia. Sementara itu, perwakilan Way Maker School, Bahk Yul dan Chae Eun Lee, memaparkan materi mengenai budaya dan sistem pendidikan Korea Selatan.

Tidak hanya itu, perwakilan siswa dari kedua lembaga turut mempresentasikan hasil riset mandiri mereka. Siswa MAN IC Batam, Alma, memaparkan penelitiannya mengenai ekstraksi kulit buah naga menjadi tinta alami. Dari pihak Way Maker School, Chae Hwan mempresentasikan penelitian mengenai alat detektor bagi penyandang tunanetra (blind vision).

Suasana keberagaman budaya semakin terasa saat siswa MAN IC Batam menampilkan Tari Zapin khas Melayu dan Tari Ondel-Ondel.

Para peserta kemudian mengikuti sesi Free Sharing and Interaction in Groups untuk berdiskusi dan bertukar ide secara langsung. Kegiatan dilanjutkan dengan School Tour mengelilingi area kampus.
Memasuki sore hari, para siswa berkumpul di kelas X.E untuk mengikuti Thai Food Making & Student Cultural Exchange guna melatih kerja sama dan komunikasi interaktif. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi seremonial dan foto bersama.
Kepala MAN IC Batam, M Kamal, berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang belajar yang lebih luas bagi para siswa.
“Interaksi langsung dengan peserta dari Korea Selatan diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, sikap terbuka, serta keterampilan berkolaborasi di tingkat global tanpa melepas identitas dan nilai-nilai budaya Indonesia,” katanya.









