Investasi Korea di Batam Tembus USD 65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Redaksi Durasi
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis memberikan sambutan dalam kegiatan South Korea Aero Summit 2026 di Seoul, Korea Selatan, Rabu (21/10/26). Foto: BP Batam

BATAM, DURASI.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjajaki peluang investasi baru dari Korea Selatan melalui kegiatan South Korea Aero Summit 2026 dan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul pada Rabu (21/10/2026).

Langkah ini memperkuat momentum peningkatan investasi Korea Selatan di Batam, terutama di sektor infrastruktur dan konektivitas.

Agenda tersebut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, didampingi Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, serta Direktur Badan Usaha Kawasan Bandara BP Batam, Kurnia Budi.

Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Korea Selatan di Kota Batam pada semester I 2026 mencapai Rp1,175 triliun atau sekitar USD 65,1 juta.

Baca Juga :  Tetap Jalankan Pembiayaan, Dealer Motor Bekas dan Leasing Lokal Dinilai Abaikan OJK dan Ditreskrimsus Polda Kepri

Nilai tersebut setara dengan 34,1 kali realisasi investasi sepanjang 2025 yang mencapai Rp34,41 miliar. Selain itu, angka tersebut tumbuh 4.169,8 persen dibandingkan dengan realisasi pada semester I 2025.

Capaian tersebut menempatkan Korea Selatan sebagai investor asing terbesar ketiga di Batam, dengan kontribusi sebesar 6,60 persen terhadap total penanaman modal asing.

Profil investasi Korea Selatan di Batam juga mengalami pergeseran. Pada 2025, investasi negara tersebut tersebar di sektor perikanan, alat transportasi, mesin dan elektronik, serta kimia dan farmasi.

Sementara itu, pada semester I 2026, sekitar Rp1,170 triliun atau 99,6 persen dari total investasi Korea Selatan terkonsentrasi di sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi, terutama melalui PT Bandara Internasional Batam.

Momentum tersebut menjadi bekal Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, saat menjadi pembicara dalam South Korea Aero Summit pada 21–22 Oktober 2026.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan Komdigi, BP Batam Dorong Penguatan Komunikasi Publik dan Transformasi Digital

Dalam forum tersebut, ia memperkenalkan peluang investasi di industri penerbangan, perawatan dan perbaikan pesawat (maintenance, repair, and overhaul/MRO), kargo udara, serta industri pendukung Bandara Internasional Hang Nadim.

“Landasan pacu harus menjadi landasan tumbuhnya investasi dan kesejahteraan,” ujar Fary.

Menurutnya, pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim perlu terhubung dengan kawasan industri dan rantai pasok global. Kepastian regulasi, kemudahan berusaha, serta kepercayaan investor juga menjadi fondasi penting untuk menarik investasi berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, delegasi BP Batam juga bertemu dengan perwakilan KBRI Seoul dan diterima oleh Wakil Duta Besar RI, Ali Andika Wardhana.

Pertemuan tersebut difokuskan pada identifikasi perusahaan Korea Selatan yang berpotensi melakukan ekspansi, fasilitasi pertemuan bisnis, serta upaya mendorong kunjungan calon investor ke Batam.

Baca Juga :  Progres Pergeseran Warga Rempang Eco-City, 242 Kepala Keluarga Tempati Hunian Baru Layak Huni

Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas yang juga memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan 31 kawasan industri.

Sektor yang menjadi sasaran investasi meliputi elektronik dan semikonduktor, komponen kendaraan listrik, rekayasa presisi, penerbangan, logistik, serta teknologi digital.

Rangkaian kunjungan pada 20–24 Oktober 2026 juga mencakup studi pengelolaan bandar udara dan kawasan ekonomi di Incheon. Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem Bandara Internasional Hang Nadim sekaligus mengubah jejaring internasional menjadi proyek konkret, memperkuat industri, dan membuka peluang kerja bagi masyarakat Batam. [dr]