Dana BOSDA 2025 Riau Terancam Menyusut akibat Defisit

Kantor Dinas Pendidikan Riau. (Foto: Ismail-Durasi.co.id)

PEKANBARU, DURASI.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai memproses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) untuk tahun anggaran 2025. Namun, besaran bantuan tersebut kemungkinan akan mengalami penurunan akibat keterbatasan anggaran daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) untuk segera menyusun justifikasi pencairan dana BOSDA agar proses administrasi bisa segera dilakukan.

“Kami akan melaporkan besaran dana BOSDA ke Gubernur terlebih dahulu karena terjadi penurunan signifikan akibat defisit anggaran. Kami juga telah menjadwalkan pertemuan virtual dengan seluruh kepala sekolah untuk membahas hal ini,” ujarnya, Selasa (15/4/2025).

Dana BOSDA tahun 2024 belum sepenuhnya disalurkan ke seluruh sekolah di Riau karena adanya tunda bayar pada tahun anggaran sebelumnya.

Baca Juga :  Suhu Riau Hari Ini 23–35°C, Warga Diminta Waspada Potensi Hujan Petir

“Sebagian besar dana BOSDA 2024 masuk dalam tunda bayar. Pembayarannya akan menunggu hasil audit dari BPK dan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2025,” jelas Erisman.

Ia menambahkan, dana BOS dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN sebenarnya sudah masuk ke rekening sekolah. Namun, masih banyak sekolah yang belum memanfaatkannya karena keterlambatan dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).

“Dalam pertemuan virtual hari Senin, kami juga berdialog dengan para kepala sekolah untuk mencari tahu penyebab keterlambatan pemanfaatan dana BOS Pusat,” katanya.

Sebagai informasi, dana BOSDA dianggarkan oleh Pemerintah Provinsi Riau untuk menutupi kebutuhan pembiayaan pendidikan yang tidak tercakup dalam dana BOS dari pemerintah pusat. Dengan adanya dana ini, diharapkan biaya sekolah yang ditanggung siswa dapat lebih ringan.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Pangkal Jembatan Sungai Bawang Kuansing Ambles

Penulis: Ismail
Editor: Indra