Dari Lampung ke Tangerang, Perjuangan Perantau Mengais Rezeki dan Harapan

Hendri alias Lekko, perantau asal Tanggamus, Lampung, yang kini berdomisili di Cikupa, Tangerang, Banten. (Foto: Aliman/Durasi.co.id)

TANGERANG, DURASI.co.id – Warga perantau asal Pulau Sumatera, terutama dari Lampung dan Palembang, mengais rejeki dengan berbagai cara, mulai dari bekerja di pabrik hingga berdagang klontongan di sudut perumahan maupun sepanjang jalan raya di Serang, Jakarta, dan Bogor, Jawa Barat.

Beradu nasib di Pulau Jawa, tepatnya di wilayah Serang hingga Kabupaten Tangerang dan Jakarta, mereka merasakan suka dan duka untuk mengejar cita-cita yang telah menjadi tekad sejak awal berangkat merantau.

Hendri, yang akrab disapa Lekko, warga perantau asal Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan berdomisili di Kecamatan Cikupa, Tangerang, Provinsi Banten, menjelaskan bahwa hidup perantau menuntut kesiapan mental karena suka duka sudah menjadi bagian keseharian, baik manis maupun pahitnya kehidupan.

Baca Juga :  Buruan Daftar, Kapolres Bogor Adakan Program Mudik Gratis 2024

“Karena hidup perantau banyak dihadapkan pada dilema dan masalah, namun menurut saya, semua itu perlu disikapi dengan sederhana, ikhlas, penuh kesabaran, dan kesadaran. Kita juga harus memiliki adab yang tinggi, karena adab lebih penting daripada ilmu pengetahuan,” kata Hendri ketika ditemui di kediamannya di Vila Indah, Pasar Gadung, Senen, 25 Agustus 2025.

Di tanah para ulama dan pendekar, yang memiliki julukan “Seribu Industri,” Hendri menambahkan, penting bagi perantau untuk rajin bersilaturahmi sesuai ajaran agama Islam, menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Hal ini, kata dia, menjadi kunci untuk mendapatkan kenikmatan lahir dan batin secara menyeluruh.

Sementara itu, Herman Gondrong, perantau asal Tanggamus, Lampung, yang berdomisili di kawasan Pasar Gadung, menambahkan, hidup merantau menuntut kedisiplinan dan kerja keras.

Baca Juga :  Camat Pancoran Mas Bungkam soal Dugaan Dirinya Sebut Wartawan Makan Uang Haram

“Jangan bermalas-malasan. Saya sendiri bekerja berdagang makanan ringan, minuman segar, hingga kopi di malam hari di wilayah perumahan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten,” ujarnya. [Aliman]