TANGERANG, DURASI.co.id – Miko Badminton Akademi (MBA) menunjukkan kiprah impresif pada ajang PSC Open 2026 yang digelar di GOR PSC, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 31 Agustus hingga 3 September 2026.
Turun di sejumlah nomor pertandingan, para atlet muda MBA mampu bersaing hingga babak akhir dan membawa pulang sejumlah gelar juara serta medali dari berbagai kategori.
Prestasi terbaik MBA diraih Zaneta Tampubolon yang menjadi juara pertama pada nomor tunggal anak putri. Penampilan konsisten Zaneta sepanjang turnamen mengantarkannya ke podium tertinggi.
Gelar juara pertama juga diraih MBA melalui Rakadimas Arya Pratama pada nomor ganda remaja putra dan Bima Erin Arya Saputra pada kategori ganda anak putra.
Sementara itu, Keegan Kendengis menyumbangkan prestasi pada nomor tunggal remaja putra dengan meraih juara kedua. Keegan kembali naik podium pada nomor ganda remaja campuran bersama Meysila Arienda S dan meraih juara ketiga.
Pada nomor ganda pemula putra, pasangan Briyan Agya Prana/Ahmad Rayyan Revolusi berhasil menempati posisi juara kedua.
MBA juga menunjukkan kekuatannya pada nomor tunggal pemula putra melalui M Bintang Azka A yang berhasil meraih juara ketiga.
Persaingan ketat juga terjadi pada kategori ganda pemula campuran. MBA berhasil menempatkan dua pasangannya sekaligus di podium.
Pasangan Wisnutama Darmawan/Alita Noviyanti Salsabila tampil solid hingga partai final dan berhasil meraih medali perak.
Sementara itu, pasangan Aaleyah Rafa P/M Bintang Azka A mengamankan medali perunggu pada kategori yang sama.
Raihan tersebut menambah panjang daftar prestasi MBA dalam kejuaraan yang diikuti para atlet muda dari berbagai klub tersebut.
Pelatih Miko Badminton Akademi, Darmiko, mengapresiasi perjuangan dan kerja keras seluruh atlet yang tampil pada PSC Open 2026.
Menurut Darmiko, pencapaian yang diraih para atlet merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, serta keberanian mereka dalam menghadapi persaingan di lapangan.
“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi adik-adik kita di lapangan latihan. Meraih perak dan perunggu di ajang sebesar PSC Open 2026 tentu jadi modal berharga untuk mental bertanding mereka ke depan,” ujar Darmiko.
Meski berhasil membawa pulang sejumlah gelar dan medali, Darmiko mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri. Hasil di PSC Open 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan yang masih terlihat selama pertandingan.
MBA, kata dia, akan terus meningkatkan kualitas pembinaan dan porsi latihan, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental bertanding.
“Kami akan terus evaluasi dan meningkatkan latihan. Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan mempersiapkan atlet menghadapi turnamen-turnamen berikutnya,” katanya.
Bagi MBA, raihan di PSC Open 2026 bukan sekadar tambahan koleksi medali, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan pengalaman bertanding para atlet muda. [ao]









