Kota Bogor Masuk 12 Besar WJIC 2026, Proyek RSUD Dilirik Investor

Redaksi Durasi
Kabid DIKP Diskominfo Kota Tangerang Yoga Sektianto (kiri) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada SMP Negeri 13 Kota Tangerang. (Foto: Diskominfo)

BOGOR, DURASI.co.id – Proyek pengembangan RSUD Kota Bogor berhasil membawa Kota Bogor masuk dalam 12 besar West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari rangkaian West Java Investment Summit (WJIS) 2026 yang digelar DPMPTSP Jawa Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat.

WJIS merupakan forum investasi tahunan yang diselenggarakan untuk mendorong masuknya investasi dari investor lokal maupun global ke Jawa Barat.

Sebagai bagian dari proses penilaian, Panitia Site Visit 12 Proyek Terbaik WJIC 2026 melakukan kunjungan ke Kota Bogor. Rombongan diterima langsung Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Balai Kota Bogor, Rabu (2/9/2026).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Muslimin Anwar mengatakan, masuknya proyek RSUD Kota Bogor ke dalam 12 besar merupakan capaian yang patut diapresiasi. Dari 40 proyek terbaik yang berasal dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat, proyek tersebut berhasil lolos ke tahap berikutnya.

“Kota Bogor melalui proyek RSUD ini berhasil menjadi satu di antara 12 yang terbaik,” kata Muslimin.

Baca Juga :  Peringati Hari Bumi, LSM Matahari dan KPORI Gelar Aksi Pungut Sampah dan Tanam Pohon di TNGHS Bogor

Menurutnya, proses kurasi WJIC 2026 dilakukan lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya. Penilaian melibatkan sejumlah instansi terkait, calon investor, hingga pihak perbankan.

Setelah ditetapkan sebagai salah satu dari 12 proyek terbaik, tim kemudian melakukan verifikasi langsung ke sejumlah daerah, termasuk Kota Bogor. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan proyek sekaligus memastikan komitmen pemerintah daerah dan kepala daerah dalam mendukung realisasinya.

“Setelah site visit ini, 12 besar akan melakukan presentasi, kemudian akan ditentukan top five untuk tingkat Jawa Barat. Akan ada pemberian penghargaan setelah seluruh proses tahap demi tahap dilaksanakan,” ujarnya.

Selain melakukan site visit, rangkaian kegiatan juga diisi dengan roadshow dan business matching. Dalam kesempatan tersebut, tim menghadirkan salah satu kandidat calon investor yang telah menunjukkan ketertarikan terhadap proyek.

Muslimin menilai kehadiran calon investor dalam rangkaian kegiatan tersebut penting untuk menunjukkan keseriusan pengembangan proyek.

“Mengapa hal ini penting untuk dilakukan bersama? Karena menunjukkan keseriusan terhadap proyek ini untuk dijalani lebih lanjut. Besar harapan kami, ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi yang paling penting adalah bagaimana proyek investasi ini benar-benar terealisasi dan dapat berguna bagi masyarakat, khususnya di Kota Bogor,” ucapnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bogor Pimpin Rakor Pemilu 2024

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim berharap proses visitasi tersebut semakin membuka peluang investasi bagi pengembangan RSUD Kota Bogor.

Ia mengatakan, perkembangan RSUD Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Saat ini rumah sakit tersebut memiliki kapasitas 500 tempat tidur dan melayani pasien tidak hanya dari Kota Bogor, tetapi juga dari luar daerah.

“Alhamdulillah RSUD Kota Bogor selama lima tahun terakhir sudah berubah total. Dari yang tadinya mungkin masih dianggap rumah sakit yang tidak diperhitungkan, tetapi saat ini kondisinya sudah semakin membaik,” ungkap Dedie.

Dedie juga berharap kompetisi investasi yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat membuka peluang penerapan creative financing atau skema pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi kami berharap dari alternatif pembiayaan atau creative financing, termasuk juga dari model seleksi atau kompetisi yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Jawa Barat, mudah-mudahan Kota Bogor mendapatkan kesempatan untuk memodelkan proyek ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Wartawan Diusir Saat Hendak Meliput di SDN Meruya Utara 03 Pagi

Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Jawa Barat Heni Rahmawati mengatakan, proses seleksi terhadap proyek-proyek yang mengikuti WJIC 2026 telah dilakukan secara intensif bersama Bank Indonesia hingga menghasilkan 12 proyek terbaik.

Menurut Heni, site visit menjadi tahapan penting untuk melihat secara langsung kesiapan proyek, termasuk kondisi lahan dan aspek lain yang dapat menjadi pertimbangan dalam penilaian berikutnya.

“Sehingga site visit ini mempunyai arti yang sangat penting untuk kami melihat kesiapan secara lahan, kemudian dari sisi lainnya juga yang memang mungkin bisa lebih mendukung penilaian untuk tahap selanjutnya. Dan ini juga menjadi tahapan bagi kami bersama para investor potensial,” ungkapnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk komitmen awal dan kesepahaman untuk mendukung pengembangan proyek yang masuk dalam WJIC 2026.

Penandatanganan LoI dilakukan oleh RSUD Kota Bogor, Bank Syariah Indonesia, dan DPMPTSP Provinsi Jawa Barat. [jai]