Inovasi Goresan Lumpur Ranah Cati Nan Tigo Warnai Kiprah PKK Dharmasraya di Jambore Sumbar 2026

Redaksi Durasi
Stand UP2K PKK Kabupaten Dharmasraya tampil dalam HKG PKK ke-54 di Bukittinggi. (Foto: Diskominfo)

BUKITTINGGI, DURASI.co.id – Kreativitas kader TP-PKK Kabupaten Dharmasraya menjadi salah satu warna dalam pelaksanaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Wirakarya (Jambore) Kader PKK ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026.

Kegiatan yang dipusatkan di Kota Bukittinggi tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 1-3 September 2026. Kontingen Dharmasraya hadir dengan membawa semangat sinergi dan prestasi melalui implementasi 10 Program Pokok PKK untuk mendukung terwujudnya keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Di bawah kepemimpinan Rafnelly Rafki Marlon, kader TP-PKK Dharmasraya mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan. Sejumlah cabang yang diikuti antara lain paduan suara, solo song, cerdas cermat, bermain peran, Galeri Pelangi, serta defile.

Baca Juga :  Gerak Cepat Pemkab Dharmasraya, Salurkan 64.000 Liter Air Bersih per Hari untuk Warga Terdampak Kemarau

Tidak sekadar mengejar prestasi dalam perlombaan, setiap penampilan dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan potensi daerah, kekayaan budaya, dan gerakan pemberdayaan masyarakat yang berkembang di Dharmasraya.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah defile dengan tema “Goresan Lumpur Ranah Cati Nan Tigo”. Konsep tersebut mengangkat gagasan tentang pemanfaatan sesuatu yang sederhana dan kerap dipandang sebelah mata menjadi karya yang memiliki nilai seni, budaya, sekaligus ekonomi.

Melalui kreativitas kader bersama masyarakat, lumpur yang selama ini identik dengan sesuatu yang kotor diolah menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan karya sandang bernilai. Pesan yang dibawa pun berkaitan erat dengan upaya mengembangkan potensi lokal melalui keterampilan, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Lebaran Penuh Berkah, Pemkab Dharmasraya Tuntaskan Pembayaran THR dan TPP Lebih Awal

Tema tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa tradisi dan kearifan lokal dapat dikembangkan sejalan dengan inovasi. Penggabungan keduanya diharapkan mampu membuka peluang bagi penguatan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Kiprah kontingen Dharmasraya juga mencerminkan arah gerakan TP-PKK yang menempatkan keluarga bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan. Keluarga didorong menjadi bagian aktif dalam proses pemberdayaan sekaligus penggerak ekonomi di lingkungan masing-masing.

Upaya tersebut dijalankan melalui 10 Program Pokok PKK secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, nagari, kelompok Dasawisma, hingga keluarga. Rangkaian pemberdayaan itu menjadi bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat, mandiri, produktif, dan sejahtera.

Keikutsertaan Dharmasraya dalam HKG PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK ke-XXII Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 pun menjadi momentum untuk menunjukkan potensi daerah di tingkat regional.

Baca Juga :  Wajah Baru Pulau Punjung: Ribuan Warga Nikmati Minggu Sehat Bersama Bupati Annisa di CFD Perdana

Dengan membawa karya, kreativitas, dan identitas daerah, kontingen Dharmasraya berupaya menunjukkan bahwa partisipasi dalam jambore tidak sebatas kehadiran dalam perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan pemberdayaan yang bertumpu pada kekuatan lokal.

Semangat para kader juga memperlihatkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, potensi daerah, dan kreativitas dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya sekaligus ekonomi. Dari potensi lokal tersebut, inovasi dapat tumbuh dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang berdaya serta masyarakat yang sejahtera. [Sonia Chaniago]