Dishub Sumut Operasionalkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar di 5 Kabupaten

Redaksi Durasi
Temu pers Dishub Sumut yang difasilitasi Diskominfo berlangsung di Gubernur, Jumat (25/9/26).

MEDAN, DURASI.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan 33 unit bus perintis pada 2026 yang akan beroperasi di lima kabupaten. Layanan ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP), sekaligus memberikan akses transportasi gratis bagi pelajar.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di lobi Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat (25/9/2026).

“Program bus perintis ini merupakan program strategis daerah (PSD) yang dicanangkan Bapak Gubernur Sumut. Tujuannya untuk membantu masyarakat, terutama pelajar di daerah tertinggal yang jarak domisilinya jauh dari sekolah. Kami memberikan transportasi gratis untuk berangkat dan pulang sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Di Pelantikan PWPM, Rico Waas: Tanpa Pemberitaan, Pembangunan Medan Tak Akan Diketahui Masyarakat

Yuda menjelaskan, pelayanan bus perintis diprioritaskan untuk 18 kabupaten/kota di Sumut yang dinilai masih berada di wilayah terpencil dan memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi. Namun, pada 2026 layanan tersebut difokuskan pada lima kabupaten, yakni Nias Utara, Samosir, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Asahan.

“Daerah yang menjadi prioritas ini didasarkan pada kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida). Dari 33 kabupaten/kota, ada 18 daerah yang dinilai tertinggal di Sumut dan tahun ini kami fokuskan pada lima kabupaten terlebih dahulu,” katanya.

Program bus perintis tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 2027, operasional akan dilanjutkan di 10 daerah, kemudian 15 daerah pada 2028. Selanjutnya, pada 2029–2030, layanan ditargetkan menjangkau 18 daerah.

Baca Juga :  Peringatan Hari Amal Bakti ke-79 di Batam: Refleksi Sikap Rendah Hati

Dengan tahapan tersebut, seluruh wilayah yang menjadi prioritas akan mendapat layanan bus perintis.

Pada 2026, masing-masing Kabupaten Samosir, Padang Lawas Utara, Batubara, dan Asahan akan mendapat enam unit bus perintis. Sementara itu, Nias Utara mendapat sembilan unit bus.

“Bus yang beroperasi di Asahan, Batubara, dan Padang Lawas Utara jenisnya bus Hiace. Untuk Samosir menggunakan bus L, kecuali Nias Utara karena di sana tidak memiliki angkutan umum yang tersedia. Oleh karena itu, kami menggunakan mobil Carry,” kata Yuda.

Untuk mendukung program tersebut, setiap kabupaten dialokasikan anggaran Rp600 juta selama satu tahun. Anggaran tersebut digunakan untuk membeli layanan bus perintis dengan jarak pelayanan hingga 60 km per hari. Operasionalnya dilaksanakan melalui kerja sama dengan operator transportasi daerah atau pihak ketiga.

Baca Juga :  Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu Terima Penghargaan UHC Award 2023

“Untuk program bus perintis ini, kami tidak menyewa atau membeli busnya. Kami hanya membeli pelayanannya dengan bekerja sama dengan operator. Sistemnya sama seperti BRT. Dalam sehari, pelayanannya 60 km,” jelas Yuda.

Peluncuran program bus perintis tersebut direncanakan paling cepat pada minggu depan dan akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

“Rencana akan kami luncurkan paling cepat minggu depan di Asahan. Mudah-mudahan program ini bisa membantu pelajar yang selama ini mengalami kendala untuk mendapatkan transportasi dari rumah ke sekolah,” kata Yuda. [Nababan]