SERANG, DURASI.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Banten, Pemerintah Provinsi Banten menggelar Dzikir dan Tablig Akbar di Masjid Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Sabtu (4/10/2025). Acara ini dihadiri ulama, umara (pemimpin), serta ribuan masyarakat Banten yang datang dengan semangat kebersamaan. Selain menjadi momen refleksi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim.
Dzikir dan Tablig Akbar ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur A Dimyati Natakusumah. Dzikir dipimpin oleh Abuya Muhtadi Cidahu, salah satu ulama terkemuka di Banten, yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan.
Dalam sambutannya, Sultan Banten ke-XVIII, RTB Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berkolaborasi demi kemajuan Banten. Ia menekankan bahwa kemerdekaan dan kemajuan Banten merupakan hasil perjuangan kolektif yang harus terus dijaga.
Mengusung tema “Kolaborasi Kuat untuk Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi”, Sultan menyampaikan bahwa kolaborasi merupakan warisan leluhur yang telah mempersatukan para sultan, ulama, dan rakyat.
“Kolaborasi itu harus kembali kita tegakkan, antara pemerintah dan rakyat, antara ulama dan umara, antara generasi tua dan muda, agar Banten tumbuh maju dengan adil dan merata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sultan menitipkan tiga wasiat kepemimpinan kepada para pemimpin Banten, yakni kejujuran, integritas, dan kesederhanaan. Menurutnya, ketiga nilai tersebut merupakan kunci agar pembangunan tidak kehilangan ruhnya dan keadilan dapat terwujud.
“Ketahuilah, kemajuan negeri bukan hanya diukur dari megahnya gedung atau luasnya jalan, melainkan dari tegaknya kejujuran, kokohnya integritas, dan sederhananya pemimpin dalam memegang amanah,” ujar Sultan.
Sultan Hendra juga berpesan agar masyarakat menjaga Banten tetap damai dan kondusif, menyampaikan aspirasi dengan santun, serta menghormati hukum. Ia menegaskan bahwa Kesultanan Banten siap menjadi mitra dalam setiap program pembangunan yang bertujuan mengangkat harkat hidup rakyat.
Di akhir sambutannya, Sultan menyerukan agar sinergi antara ulama, umara, dan jawara diperkuat, sekaligus melibatkan generasi muda dalam pembangunan, terutama dengan memanfaatkan kekuatan digital.
Ia menutup dengan ajakan agar seluruh masyarakat Banten terus bersatu, menjaga kebersamaan, serta menjadikan kolaborasi, kejujuran, integritas, dan kesederhanaan sebagai pedoman dalam membangun Provinsi Banten yang beraqidah, berbudaya, dan sejahtera. [Aliman]







