Falihah Nailatush Syarifah, Santri Ponpes Al-Muhajirin Pusat Raih Peserta Terbaik 30 Juz di Haflah Tasyakur Ikhtitam Tahfizh 2025

Falihah Nailatush Syarifah, santri SMA Al-Muhajirin Pusat, terpilih sebagai peserta terbaik kategori 30 juz Al-Qur’an. (Foto: Dok Al-Muhajirin)

PURWAKARTA, DURASI.co.id – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Kampus 2 Al-Muhajirin Purwakarta pada Sabtu pagi, 31 Mei 2025, dalam rangkaian acara Haflah Tasyakur Ikhtitam Tahfizh Angkatan ke-IX. Salah satu momen paling membanggakan adalah ketika Falihah Nailatush Syarifah, santri dari SMA Al-Muhajirin Pusat, dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Kategori 30 Juz Al-Qur’an.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Yayasan Al-Muhajirin sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan, kedisiplinan, dan cinta mendalam Falihah terhadap kalamullah. Prestasi ini menjadi bagian dari perayaan besar Tasyakur 1.000 Hafidz-Hafidzah, yang diikuti ribuan santri penghafal Al-Qur’an dari seluruh unit pendidikan Al-Muhajirin.

Ketekunan Falihah bukan diraih secara instan. Ia menjalani proses panjang: mengulang hafalan setiap hari, menjaga konsistensi dalam murojaah, dan menanamkan keikhlasan dalam setiap huruf yang dihafal. Hasilnya, ia tidak hanya menyelesaikan hafalan 30 juz, tetapi juga mutqin, kuat dan kokoh dalam hafalannya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Purwakarta Raih Kado Istimewa di Hardiknas 2025

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas keberkahan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Al-Qur’an adalah tanda pilihan dari Allah SWT.

“Ibu meyakini bahwa siapa pun yang diberi kesempatan untuk dekat dengan Al-Qur’an adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah,” ujarnya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW tentang ahlul Qur’an, keluarga Allah di muka bumi. Menurutnya, menjadi bagian dari keluarga Allah adalah anugerah yang luar biasa karena limpahan kasih sayang, perlindungan, dan keberkahan yang menyertainya.

“Rasulullah bersabda bahwa Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia, dan mereka adalah ahlul Qur’an. Betapa bahagianya jika kita diakui sebagai keluarga Allah,” ucapnya.

Baca Juga :  Bupati Purwakarta Om Zein Ngarit Padi Bareng Warga Saat Panen Raya di Campaka

Ketua yayasan juga menyampaikan apresiasi atas kesungguhan dalam menghafal. Ia menyebutkan, Allah tidak memandang banyaknya ijazah atau sertifikat, melainkan melihat usaha dan kesungguhan seseorang dalam mengulang dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Justru karena merasa sulit namun terus berusaha, Allah memberikan nilai lebih atas perjuangan itu.

Ia mengingatkan seluruh santri untuk tidak pernah lelah dalam murojaah, karena di situlah letak kekuatan menjaga hafalan. Ia meyakini, keberkahan akan terus mengalir pada setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dalam keseharian maupun dalam salat.

“Jangan pernah lelah mengulang hafalan. Murojaah adalah kekuatan kita. Insya Allah, keberkahan turun pada setiap huruf yang kita baca,” katanya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah istiqamah menjadikan Al-Qur’an sebagai ruh dan fondasi pendidikan di Al-Muhajirin. Ia berpesan agar Al-Qur’an tidak hanya dihafal, tetapi menjadi pedoman hidup.

Baca Juga :  Temukan Surga Tersembunyi di Purwakarta: Destinasi Liburan Lebaran yang Bikin Kamu Betah

“Jangan berhenti hanya sampai hafal. Mari jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, akhlak, dan petunjuk keberagamaan. Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi penyelamat kita di dunia dan akhirat,” ujarnya. [Rudi]