INHIL, DURASI.co.id – Hari kedua Ramadan, Minggu (2/3/2025) di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil) Riau tetap berlangsung semarak, meski genangan air pasang yang merendam sejumlah ruas jalan tak menyurutkan langkah warga untuk berburu takjil menjelang waktu berbuka.
Jalanan yang tergenang, seperti di Jalan M Boya dan Jalan Telaga Biru Parit 10, justru semakin ramai oleh aktivitas masyarakat yang antusias menyambut bulan suci.
Para pedagang mulai menjajakan dagangannya sejak pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka. Beragam hidangan khas Ramadan tersedia, mulai dari kue tradisional, lauk pauk, aneka minuman segar, hingga berbagai menu berbuka lainnya.
Akibat ramainya aktivitas warga, kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan di beberapa titik. Banyak pengendara terpaksa melambatkan laju kendaraan mereka akibat genangan air dan ramainya pembeli di kawasan tersebut.
Nayla, salah satu warga Tembilahan, mengungkapkan bahwa tradisi berburu takjil saat Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan.
“Selain banyak pilihan, harganya juga terjangkau. Ini yang membuat suasana Ramadan selalu dirindukan,” ujarnya.
Sementara itu, Arman, seorang pedagang takjil di Jalan M Boya, mengatakan bahwa meskipun jalanan tergenang, dagangannya tetap laris diburu pembeli.
“Setiap tahun air pasang memang sering terjadi, tapi Alhamdulillah tetap banyak yang datang mencari takjil. Ini jadi rezeki buat kami,” katanya.
Ida, seorang ibu rumah tangga, mengaku tetap bersemangat membeli takjil meskipun harus menerjang genangan air.
“Namanya juga Ramadan, rasanya kurang lengkap kalau tidak berburu takjil. Tadi sempat kesulitan karena air tinggi, tapi tetap kami datangi karena sudah jadi tradisi,” tuturnya.
Hal serupa diungkapkan oleh Rian, seorang pengendara yang terjebak kepadatan lalu lintas. “Macetnya lumayan, apalagi dengan air pasang begini. Tapi ya sudah biasa kalau Ramadan, yang penting bisa beli makanan buat berbuka,” katanya sambil tertawa.
Meski harus menerjang genangan air, semangat masyarakat untuk menyambut bulan suci tetap tinggi. Kebersamaan dan antusiasme yang terlihat di tengah tantangan ini menjadi cerminan semangat Ramadan yang tetap terjaga.
Penulis: Yopi
Editor: Indra







