Gubernur Bobby Nasution Siapkan Modal untuk UMKM, Perkuat Ekosistem Kewirausahaan di Sumut

Redaksi Durasi
Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan di Gedung Auditorium USU, Medan, Kamis (20/8/26).

MEDAN, DURASI.co.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengalokasikan bantuan permodalan senilai Rp50 miliar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun depan. Program tersebut disiapkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus mendukung target nasional menciptakan 10 juta wirausaha baru.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan yang diselenggarakan Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium USU, Medan, Kamis (20/8/2026). Turut hadir Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, Rektor USU Muryanto Amin, ratusan pelaku UMKM, mahasiswa, serta sejumlah pejabat.

Pada kegiatan bertema “Berani Mulai, Bertumbuh, dan Siap Berdampak” tersebut, Bobby Nasution mengatakan Sumatera Utara memiliki sekitar 1,4 juta unit UMKM dengan rasio kewirausahaan mencapai 4,1 persen berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sumut. Dari jumlah tersebut, 98,9 persen merupakan usaha mikro dan kecil.

Baca Juga :  Pesta Paheheon Ama HKBP Nommensen Ressort P Brayan Sukses dan Meriah

“Angkatan kerja kita sebesar 8 juta lebih (data BPS Sumut 8,16 juta orang), dan dari jumlah itu sekitar 5 persen belum masuk dunia kerja atau usaha. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Maka, dengan program peningkatan dan pengembangan UMKM ini, berbagai pihak turut serta mendorong upaya menyejahterakan masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan. Tentu kami sangat berterima kasih karena upaya ini memang membutuhkan kolaborasi bersama,” katanya.

Menurut Bobby Nasution, sektor kuliner dan pariwisata menjadi kekuatan utama Sumatera Utara yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut berkomitmen memberikan dukungan, terutama dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha.

“Kalau kuliner kita memang hanya dua pilihan, enak atau enak kali. Namun, memang dalam perkembangannya, sebagian besar tuntutannya adalah permodalan. Makanya, seperti Bank Sumut, kami sudah salurkan bantuan usaha dengan bunga sangat ringan. Termasuk tahun depan, rencananya kita akan kucurkan Rp50 miliar bantuan usaha untuk UMKM,” jelasnya. Pernyataan tersebut disambut senyum dan tepuk tangan ratusan pelaku UMKM.

Baca Juga :  Rapat Kerja Dibuka, FWP Siap Berkolaborasi Sukseskan Program Pemprov Sumut

Selain akses pembiayaan, Bobby Nasution menegaskan pelaku UMKM juga membutuhkan pelatihan dan pembinaan melalui program inkubasi usaha. Pembinaan tersebut mencakup manajemen usaha, konsultasi bisnis, fasilitasi pembiayaan, hingga promosi produk agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengapresiasi komitmen Gubernur Bobby Nasution dalam memperkuat sektor UMKM di Sumatera Utara. Menurutnya, Kementerian UMKM tengah menjalankan Program Kesejahteraan Rakyat (Prokesra) Produktif sebagai strategi nasional untuk memperkuat sistem kewirausahaan.

“Jadi, program ini memberikan pelatihan hingga membantu akses pembiayaan bagi masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana pelaku UMKM bisa memanajemen keuangannya dengan baik. Modal usaha tidak bisa dipakai ke tempat lain, harus fokus. Namun, yang bisa digunakan adalah marginnya atau keuntungan yang kita kategorikan sebagai gaji. Memang kesannya kurang cocok dari segi pendekatan sosial. Tetapi, kalau kita berpandangan ke depan untuk kesejahteraan, memang harus serius pengelolaannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Buka MTQ ke-59 Kota Medan, Rico Waas Tekankan Syiar dan Penguatan Nilai Al-Qur’an

Maman berharap USU bersama seluruh pemangku kepentingan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM sehingga semakin banyak usaha mikro dan kecil yang mampu naik kelas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. [Nababan]