Halal Bihalal Keluarga Besar Yayasan Al-Muhajirin: Menyatukan Langkah, Menguatkan Khidmat

Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah memberikan kata sambutan dalam acara halal bihalal, Sabtu (12/4/25). Foto: Rudi-Durasi.co.id

PURWAKARTA, DURASI.co.id – Gerimis mengguyur pelataran Masjid Al-Muchtar siang menjelang sore itu, tapi bukan menjadi penghalang. Justru, rinai hujan membawa keteduhan. Ratusan wajah penuh semangat melangkah ke dalam masjid, para pengurus, kepala unit, dosen, guru, staf, dan pegawai Yayasan Al-Muhajirin berkumpul dalam momen Halal Bihalal, pada Sabtu (12/4/2025).

Lebih dari sekadar saling memaafkan, momentum ini menjadi titik awal untuk menyatukan langkah kembali dalam barisan perjuangan pendidikan Islam. Apalagi, Yayasan Al-Muhajirin yang kini telah menginjak usia ke-32, telah berkembang menjadi lembaga besar yang membawahi 7 kampus, 22 unit pendidikan, dari PAUD hingga perguruan tinggi, serta lebih dari 700 guru dan karyawan.

Hadir dalam acara tersebut dua sosok sentral Pondok Pesantren Al-Muhajirin, yakni Syaikhuna Abun Bunyamin dan Pimpinan Euis Marfuah. Keduanya menjadi poros semangat dan ruh perjuangan yang terus menetes hingga ke semua lini unit pendidikan di bawah Al-Muhajirin.

Baca Juga :  Muskercab PCNU Purwakarta ke-3 Sampaikan Peran Aktif NU dalam Pembangunan Daerah

Halal Bihalal ini juga menjadi momentum peluncuran Metode Hijroti, metode tahsin Qur’an yang dikembangkan Lembaga Tahsin dan Tahfidz Qur’an (LTTQ) Al-Muhajirin. Sebuah ikhtiar menciptakan pendekatan khas dalam membumikan Al-Qur’an di seluruh unit pendidikan Al-Muhajirin.

Ustaz Asep Rozali dan Ustaz Oman Abdurrohman memandu seluruh hadirin untuk mempraktikkan langsung Metode Hijroti yang menggunakan pola Naghmah Bayyati Kurdi, dari nada datar, tinggi, turun, hingga nada rendah. Bukan hanya memudahkan, metode ini juga menghidupkan pengalaman spiritual dalam membaca ayat-ayat suci.

Semua peserta, dari guru PAUD hingga dosen perguruan tinggi larut dalam latihan bersama. Ada semangat baru yang mengalir. Tak hanya dari sisi teknik baca, tetapi dari kesungguhan hati bahwa Al-Qur’an harus benar-benar menjadi napas pendidikan di Al-Muhajirin.

Baca Juga :  Ketua Pospera Purwakarta Soroti Adanya Jalan Rusak dan Berlubang di Nagri Kidul

Acara dilanjutkan dengan memanjatkan syukur dan mengirim doa untuk para pendiri, alim ulama, dan segenap pihak yang telah berjasa membesarkan Al-Muhajirin.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Al-Muhajirin, Ifa Faizah Rohmah, menyatakan pentingnya momentum ini untuk memperkuat khidmat dan keikhlasan.

“Insyaallah, bermujahadah bersama guru kita, Syaikhuna, menjadi keberkahan tersendiri. Terima kasih atas silaturahmi hari ini. Pasca-Ramadan, mari kita bersatu langkah, satu hati,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh insan Al-Muhajirin mampu menjaga semangat madrasah Ramadhan sebagai penguat iman, keikhlasan, dan kesabaran di tengah tantangan global saat ini.

“Krisis perdagangan dan industri tentu berdampak pada pendidikan. Maka, mari bersikap bijak. Fokus pada program utama, tunda yang tidak penting, dan terus berikan pelayanan terbaik untuk umat,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyerapan Aspirasi Masyarakat Bersama Anggota DPD RI/MPR RI Asep Hidayat

Al-Muhajirin percaya bahwa masyarakat kini kembali menempatkan pendidikan agama sebagai kebutuhan utama. Dan nilai-nilai pembelajaran Al-Qur’an yang sudah menjadi ruh selama Ramadan, harus diteruskan sepanjang tahun.

Tak lupa, ia mengajak seluruh peserta untuk terus menyosialisasikan Metode Hijroti sebagai ciri khas Al-Muhajirin.

Sertifikasi dan pelatihan guru tahfidz-tahsin akan dilakukan secara bertahap. Semua untuk memastikan bahwa setiap anak yang belajar di Al-Muhajirin bisa menyatu dengan Al-Qur’an dalam kefasihan dan penghayatan.

“Bismillah, mudah-mudahan Halal Bi Halal ini benar-benar menyambungkan hati kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Penulis: Rudi
Editor: Indra