TANJUNGPINANG, DURASI.co.id – Proyek rehabilitasi Rumah Singgah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Kota Batam (lanjutan) yang baru-baru ini menuai kontroversi karena tidak sesuai spesifikasi serta kekurangan volume pekerjaan, mendapat tanggapan dari Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Said Wahidin.
“Terkait pekerjaan rehabilitasi Rumah Singgah Provinsi Kepri di Batam (lanjutan) saya sudah tanyakan ke PPK-nya (Pejabat Pembuat Komitmen) pak Nuzul Kurniawan, untuk pompa air semulanya sudah terpasang 2 HP, namun instalasi pipa eksisting tidak dapat menahan kekuatan pompa tersebut, sehingga diganti 0,75 HP sesuai yang disampaikan ke BPK pada saat ke lapangan,” kata Said Wahidin kepada DURASI.co.id, Sabtu (25/1/2025).
Lebih lanjut Said Wahidin menjelaskan, terhadap beberapa pekerjaan yang kekurangan volume telah ditindaklanjuti dengan dilakukan pengurangan pembayaran pada saat pembayaran akhir 100%.
“Pada pekerjaan ini juga terdapat pekerjaan yang berlebih volume dari kontrak, namun tidak dibayarkan karena tidak termasuk di dalam backup data dalam kontrak,” jelas Said Wahidin.
Sebelumnya diberitakan, proyek rehabilitasi Rumah Singgah Provinsi Kepri di Kota Batam (lanjutan) dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan, serta kekurangan volume pekerjaan.
Item yang tidak sesuai spesifikasi tersebut adalah mesin pompa air 0,75 HP (Groundfos)+acc seharga Rp 9.995.700, padahal seharusnya dipasang mesin pompa air 2 HP (Groundfos)+acc seharga Rp 20.995.700.
Selain itu, terdapat kekurangan volume pekerjaan pada beberapa item, seperti pekerjaan interior lantai 2, di antaranya kolom praktis beton bertulang, lantai stone polymer composite (SPC) 5 mm, keramik dinding ukuran 60×60 cm, pengecatan dinding baru (1 lapis plamir, 2 lapis cat dasar dan 2 lapis cat penutup) serta instalasi listrik dan lampu downlight 17 watt LED.
Kemudian, pekerjaan interior lantai 3, di antaranya, bata ringan tebal 7,5 cm, lantai stone polymer composite (SPC) T: 5mm, keramik dinding ukuran 60×60 cm (polished), plafond PVC, rangka plafond metal furing, pengecatan dinding baru (1 lapis plamir, 2 lapis cat dasar dan 2 lapis cat penutup), instalasi stop kontak 13A, saklar tunggal dan stop kontak.
Terakhir, kekurangan volume pekerjaan eksterior gedung, yakni pada perbaikan kanopi. (red)









