BATAM, DURASI.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan langkah mitigasi untuk menjaga pelayanan air di wilayah Nongsa dan sekitarnya.
Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano mengatakan, dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa, pihaknya menyiapkan langkah penguatan melalui interkoneksi pipa dari IPA Duriangkang dan pengaturan suplai air agar pelayanan bagi warga tetap terjaga.
“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga. Pengaturan suplai juga perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” jelasnya, Senin (5/10/2026).
Denny mengatakan, pembangunan interkoneksi pipa berdiameter 250 mm sepanjang 30 meter di Jalan Hang Lekiu, Sambau, dikebut dan dijadwalkan rampung pada Senin malam, 5 Oktober 2026.
Pascainterkoneksi, normalisasi aliran air ke rumah warga diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai Selasa malam. Untuk memenuhi kebutuhan selama masa pengerjaan, armada tangki air disiagakan di depan Polda Batam (hidran pemadam), dan pendistribusiannya dikawal oleh Polsek Nongsa dan Tim SPAM.
“Khusus wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, dan sekitarnya, sedang disiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” imbuhnya.
Setelah sistem kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi lebih baik.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026, fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,4 dan indeks Niño 3.4 sebesar +3,44 pada Dasarian I Oktober.
BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di wilayah Indonesia.
Bagi Batam, Waduk Nongsa tercatat menjadi salah satu yang paling terdampak akibat minimnya curah hujan selama periode musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026.
“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis,” jelasnya.
Selain faktor alam, aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap air. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang dapat tersimpan dan kemudian dialirkan menuju waduk.
Lebih lanjut, Denny menerangkan bahwa pengaturan suplai air juga akan dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan secara menyeluruh.
“PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian pengaturan suplai air untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa,” terang Denny.
Denny menjelaskan, proses penyesuaian suplai tersebut berpotensi memengaruhi tekanan maupun waktu aliran air di sejumlah wilayah lain, khususnya pada jam pemakaian puncak.
Beberapa wilayah yang berpotensi terdampak di antaranya Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya, serta kawasan Batu Aji–Sagulung, Sei Lekop, dan sekitarnya.
“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.
Denny mengimbau masyarakat yang aliran airnya terpenuhi agar dapat menggunakan air dengan bijak, menghindari pemakaian berlebihan, mengatur penggunaan pada jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya.
“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak,” kata Denny.
Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi dan menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.
Dengan langkah mitigasi dan penguatan suplai tersebut, BP Batam berharap penyesuaian yang dilakukan dapat berjalan dengan baik sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Batam. [dr]










