Instalasi Pengolahan Air Minum Muka Kuning 2 Resmi Dioperasikan oleh Air Batam Hulu

Instalasi Pengolahan Air Minum Muka Kuning. (Foto: ABH)

BATAM, DURASI.co.id – Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Muka Kuning 2 resmi dioperasikan oleh Air Batam Hulu (ABHu) setelah proses serah terima dari BP Batam.

Pengoperasian ini bertujuan untuk meningkatkan suplai air bersih bagi masyarakat Batam, terutama di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan.

Corporate Communication (Corcom) PT Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah Lubis, mengatakan, dengan tambahan kapasitas produksi dari IPAM Muka Kuning 2, diharapkan distribusi air menjadi lebih optimal dan pelayanan kepada pelanggan semakin baik.

“Kecukupan air di Kota Batam didukung oleh enam waduk, yaitu Waduk Mukakuning, Waduk Duriangkang, Waduk Sei Harapan, Waduk Nongsa, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Piayu. Waduk-waduk ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Batam karena kota ini tidak memiliki potensi sumber air dari tanah,” kata Ginda, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga :  Paparkan Rencana Pembangunan, Kepala BP Batam Ajak Masyarakat Persiapkan Diri

Ia menjelaskan, beberapa upaya dilakukan oleh Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam sebagai lembaga yang mengelola air bersih di Batam untuk memaksimalkan pelayanan. Salah satu upaya tersebut adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum Muka Kuning (MK2) guna meningkatkan suplai air.

“Pada 17 Januari 2025, pengelolaan IPAM MK2 diserahkan kepada Air Batam Hulu (ABHu). Selanjutnya, seluruh pengelolaan akan dilakukan oleh ABHu untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan yang dikelola oleh Air Batam Hilir (ABHi), terutama di daerah-daerah yang belum mendapatkan suplai air yang cukup. Saat ini, total kapasitas produksi Muka Kuning adalah 950 liter per detik (lps), yang terdiri atas MK1 sebesar 600 lps dan MK2 sebesar 350 lps,” jelasnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Kepri Berikan Materi Kecerdasan Finansial dan Membangun Aset ke Mahasiswa Politeknik Negeri Batam

Ginda menyebutkan, upaya perbaikan dan optimalisasi terus dilakukan pasca serah terima, salah satunya melalui pemasangan interkoneksi antara MK1 dan MK2. Tujuan dari langkah ini adalah memenuhi kebutuhan pelanggan yang sebelumnya dialiri oleh MK1, khususnya di area Batu Aji dan sekitarnya. Dampak terbesar dirasakan di area Taman Lestari. Hingga kini, optimalisasi terus diupayakan agar daerah lainnya juga mendapatkan suplai air yang lebih baik.

“ABHu dan ABHi berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan berbagai pekerjaan yang berdampak positif bagi warga,” tegasnya.

Penulis: Salvia
Editor: Indra