Itik Kerinci Disiapkan Jadi Produk Unggulan Ekspor Daerah

Bupati Kerinci Monadi membuka pelatihan dan sosialisasi pengembangan varietas itik lokal Kerinci yang digelar di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Senin (20/10/25). Foto: Harpai-Durasi.co.id

KERINCI, DURASI.co.id – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan rakyat. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pelatihan dan sosialisasi pengembangan varietas itik lokal Kerinci yang digelar di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Senin (20/10/2025).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Kerinci Monadi dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Zainal Efendi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Radium Halis, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi.

Kedatangan bupati disambut meriah dengan tarian rebana oleh anak-anak Desa Koto Majidin sebagai simbol semangat masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa itik Kerinci merupakan kekayaan genetik asli daerah yang patut dijaga dan dikembangkan secara serius.

Baca Juga :  Bupati Tanjab Barat Hadiri Rakornas Pilkada 2024 di Jakarta

“Itik Kerinci adalah kekayaan genetik daerah yang harus kita kelola dengan baik. Jika dikembangkan secara profesional, bukan hanya akan melestarikan plasma nutfah lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Monadi.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap modernisasi sektor pertanian dan peternakan, Bupati Monadi juga menyerahkan bantuan alat mesin bajak apung “Kura-Kura” kepada kelompok tani setempat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, Fahmida, yang memaparkan strategi pengembangan varietas unggul itik berbasis teknologi pakan dan sistem pemeliharaan modern.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Osra Yandi, menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal menuju industrialisasi peternakan rakyat di Kerinci.

“Selama ini itik Kerinci dikenal berkualitas, tetapi belum dikelola secara terstruktur. Melalui pelatihan ini, kami ingin para peternak mampu mengembangkan usaha turunan seperti telur asin dan daging olahan, sehingga memiliki nilai tambah ekonomi,” jelas Osra Yandi.

Baca Juga :  Bulog Siapkan Pemesanan Beras SPHP via WhatsApp untuk Pengecer

Antusiasme peserta pelatihan tampak tinggi. Salah satu peternak, Aspriadi, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka.

“Selama ini kami beternak hanya mengikuti kebiasaan orang tua. Tidak tahu cara pembibitan dan pakan yang tepat. Dengan pelatihan ini, kami jadi lebih percaya diri menjadikan itik sebagai usaha utama,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Sailendra, petani sekaligus peternak lokal, menambahkan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah sangat membantu masyarakat kecil.

“Apalagi ada bantuan mesin bajak, kami merasa diperhatikan. Ini bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap petani kecil,” ujarnya.

Penulis: Harpai
Editor: Indra