SIMEULEU, DURASI.co.id – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Simeulue, Carles, mengunjungi Dalimasiah dan keluarganya, warga Desa Tanjung Raya, Kecamatan Teluk Dalam, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril pascaperistiwa pembakaran rumah yang menimpa korban, Jumat (27/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan setelah Carles mengetahui kejadian itu dari informasi yang beredar di grup WhatsApp masyarakat Simeulue.
Peristiwa pembakaran rumah milik Dalimasiah diketahui terjadi pada malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada 22 Maret 2026. Rumah tersebut diduga dibakar oleh tujuh orang warga setempat karena menuduh korban memiliki ilmu hitam.
Berdasarkan keterangan kepala desa setempat, kasus tersebut telah dilaporkan oleh korban kepada aparat penegak hukum kepolisian untuk ditangani secara penuh sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Simeulue, Carles, menyampaikan bahwa pihaknya hadir untuk memberikan dukungan langsung kepada korban dan keluarga.
“Kami datang untuk memberikan semangat kepada korban agar tetap kuat menghadapi musibah ini. Pemerintah tentu akan memberikan perhatian sesuai dengan kewenangan yang ada,” ujar Carles, Minggu (29/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan Carles bersama jajarannya untuk melihat langsung kondisi korban sekaligus memastikan kebutuhan dasar keluarga tersebut terpenuhi. Dalam peristiwa itu, Dalimasiah dan keluarganya mengalami kerugian material serta tekanan psikologis, dan hingga saat ini mereka masih berupaya memulihkan kondisi pascakejadian.
Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Sosial menyatakan akan melakukan pendataan terhadap kebutuhan korban serta menyalurkan bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Carles juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya serta menghindari tindakan main hakim sendiri.
“Segala persoalan sebaiknya diserahkan kepada aparat penegak hukum agar dapat ditangani sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya. [Dahman Efendi]







