
BATAM, DURASI.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan status kasus dugaan korupsi di Pelindo Batam terkait pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta jasa pandu dan tunda kapal pada pelabuhan se-wilayah Batam ke tahap penyidikan.
Hal itu dibenarkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kepri, Denny Anteng Prakoso saat dikonfirmasi DURASI.co.id, Senin (20/5/2024).
“Proses sudah di tingkat penyidikan, dugaan adanya tindak pidana korupsi pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) serta jasa pemandu dan penundaan kapal pada pelabuhan se-wilayah Batam, Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Denny menyebutkan, pihaknya belum bisa menjelaskan kasus itu terlalu jauh, karena saat ini penyidik tengah mempelajari dokumen-dokumen yang dibutuhkan dan mengumpulkan keterangan.
“Nanti diekspos dan digelar, tentunya nanti ada kesimpulan. Selanjutnya nanti akan saya sampaikan lagi,” sebut Denny.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah oknum pejabat Pelindo Batam dikabarkan dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri).
Sumber DURASI.co.id mengatakan, pemanggilan sejumlah oknum pejabat Pelindo Batam oleh Kejati Kepri pada November 2023 dan Februari 2024 itu diduga terkait pandu kapal.
“(Sebelum dipanggil Kejati) para staf disuruh melengkapi data pandu sama pak Jun (Junaidi, General Manager Pelindo Batam),” kata dia beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut dia menyebutkan, GM Pelindo Batam Junaidi meminta daftar nama-nama pandu dari tahun 2015 hingga 2023.
“Pejabat (Pelindo Batam) kena semua, dipanggil,” imbuhnya.
Senior Manager Wilayah I PT Pelindo Jasa Maritim, Al Abrar ketika dikonfirmasi tidak menampik pemanggilan sejumlah oknum pejabat Pelindo Batam oleh Kejati Kepri.
“Terkait dengan pemanggilan pegawai/pejabat PT Pelindo Batam oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau dapat kami sampaikan, tidak terkait dengan persoalan monopoli yang didugakan dilakukan oleh oknum pegawai PT Pelindo Batam,” kata Al Abrar dalam keterangan tertulisnya, belum lama ini.
Dikonfirmasi lebih lanjut terkait persoalan tersebut melalui sambungan telepon, Al Abrar menyarankan untuk menghubungi General Manager (GM) Pelindo Batam, Junaidi.
Sementara, GM Pelindo Batam, Junaidi beberapa kali didatangi ke kantornya untuk keperluan konfirmasi, belum berhasil dijumpai.
Diduga GM Pelindo Batam, Junaidi jarang masuk kantor, sejak kabar pemanggilan sejumlah oknum pejabat Pelindo Batam tersebut.
DURASI.co.id juga telah melakukan konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada SDM Umum Pelindo Batam, Bambang, namun tidak merespon. (red)

