Sosialisasikan Perda Persampahan, Salomo TR Pardede Tampung Aspirasi Warga Belajar Membuat Kerajinan

Redaksi Durasi
Ketua Komisi III DPRD Medan Salomo TR Pardede menyampaikan materi Sosperda 7/2024 kepada warga Medan, Minggu (19/7/26). Foto: Nababan/Durasi.co.id

MEDAN, DURASI.co.id – Warga Medan Selayang meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memberikan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari sampah anorganik. Permintaan tersebut disampaikan seorang warga bernama Idawati saat mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 7 Tahun 2024 yang digelar anggota DPRD Kota Medan, Salomo TR Pardede, pada Sabtu dan Minggu, 18–19 Juli 2026.

Warga Lingkungan IV, Kelurahan Asam Kumbang, itu mengatakan setiap hari ibu rumah tangga menghasilkan sampah. Menurutnya, daripada dibuang, sampah tersebut lebih baik diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Menanggapi hal itu, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Suci Sucilawati Yano, menyambut baik keinginan warga. Suci mengatakan DLH memiliki tim yang dapat memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengelola sampah organik maupun anorganik.

Baca Juga :  Pilgub Kepri 2024, Nasdem Lingga Siap Bergerak Menangkan Muhammad Rudi-Aunur Rafiq

“DLH sudah melakukan pelatihan kepada kelompok warga. Biasanya sampah organik diolah menjadi kompos, eco enzyme, dan maggot. Sementara itu, sampah anorganik biasanya dijadikan kerajinan tangan yang dapat dijual,” kata Suci.

Ia juga mengajak masyarakat membiasakan membawa tas belanja yang dapat digunakan kembali serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. “Tanamkan dalam diri bahwa sampah adalah tanggung jawab kita,” tambahnya.

Selain di Kelurahan Asam Kumbang, Salomo yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Medan turut menggelar sosialisasi perda yang sama di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu, 19 Juli 2026.

Narasumber dari DLH, Indra Utama Pohan, menjelaskan kepada warga bahwa sampah dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, sedangkan sampah yang dapat didaur ulang bisa dijual sehingga menghasilkan nilai ekonomi.

Baca Juga :  Gugatan Yuyun-Edwin Ditolak MK, Ahmad-Misharti Resmi Jadi Bupati dan Wakil Bupati Kampar

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai atau saluran drainase.

“Sama-sama kita ketahui, saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan genangan. Kondisi tersebut menjadi habitat nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah,” katanya.

Sementara itu, Salomo TR Pardede dalam sambutannya mengatakan bahwa selama dua tahun terakhir dirinya aktif melaksanakan sosialisasi mengenai pengelolaan persampahan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih demi kesehatan dan kenyamanan. Jika lingkungan bersih, kita akan terhindar dari penyakit dan bencana banjir,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Medan itu juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan. Asap hasil pembakaran sampah dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Baca Juga :  PWPM Dukung Penuh APEKSI XVIII 2026 di Medan, Siap Publikasikan Potensi dan Prestasi Kota

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Sarana dan Prasarana Kecamatan Medan Selayang Evayanti Samosir, perwakilan Camat Medan Tuntungan Sugeng Santoso, Lurah Mangga Fery Arapenta Tarigan, serta sejumlah kepala lingkungan. [Nababan]