Ketukan Tengah Malam, Menghantarkan Nasi Bungkus Bagi Warga Panjang Terdampak Banjir

Kondisi rumah warga Kelurahan Panjang sat dilanda banjir. (Foto: Aliman-Durasi.co.id)

BANDARLAMPUNG, DURASI.co.id – Pasca banjir, “ketukan tengah malam” membagikan nasi bungkus kepada warga Panjang, Kota Bandarlampung yang terdampak musibah banjir.

Banjir hebat meluluhlantakkan kawasan Panjang, Bandarlampung, sejak Senin pekan lalu. Intensitas hujan tinggi dan meluapnya air laut mengakibatkan air bercampur lumpur tanpa diundang masuk ke pekarangan dan kedalam rumah warga.

Seluruh perabot hingga surat-surat penting tergerus oleh air banjir yang disertai lumpur setebal sepuluh sentimeter, dengan ketinggian mencapai sepinggang orang dewasa.

Nurlela, warga Suka Lila, Kelurahan Panjang Utara, menjelaskan dengan mata berkaca-kaca bahwa dirinya sudah cukup lama tinggal di kawasan tersebut, tetapi belum pernah mengalami banjir separah ini. Datangnya “tamu” tak diundang itu terjadi menjelang Subuh. Menurutnya, sejak sore hari hujan deras disertai angin kencang terus turun, menumbangkan pepohonan di sekitar.

Baca Juga :  Sosok Kepala Desa yang Selalu Berinovasi untuk Perubahan dan Kemajuan Desa Surya Mataram

“Tidak ada firasat akan datangnya air bah disertai lumpur. Maklum saja, air yang datang dari hulu pegunungan hingga pasang laut naik ke permukaan dan bercampur dengan air hujan, menerjang perumahan warga Kecamatan Panjang hampir keseluruhan,” terangnya, Kamis (24/4/2025).

Sementara itu, Aliman, tetangga Nurlela, menambahkan bahwa air mulai masuk ke pekarangan hingga ke dalam rumahnya diperkirakan menjelang Salat Subuh. Karena hujan tak kunjung reda, ia tak bisa tidur dan memutuskan mengecek kondisi luar. Betapa terkejutnya ia saat air dengan cepat menerjang ke dalam rumah. Dengan sigap ia membangunkan istri dan anak-anaknya untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Perabotan, kursi dan kulkas sudah mengambang. Air masuk setinggi pinggang orang dewasa, sehingga kami sempat menyelamatkan barang-barang berharga untuk diletakkan di tempat yang lebih aman. Kalau perabotan yang tidak bisa diamankan, kami hanya bisa pasrah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bawa Narkotika ke Ujung Gunung, Pria 40 Tahun Ditangkap Polres Tulang Bawang

Penulis: Aliman
Editor: Indra