BATAM, DURASI.co.id – Seorang konsumen mengeluhkan pelayanan bengkel resmi PT Astra Internasional Tbk Daihatsu Cabang Batam.
Konsumen yang berinisial YN ini mengaku kecewa setelah mobilnya ditinggalkan selama 4 hari di bengkel resmi Daihatsu Batam, karena tidak kunjung diperbaiki meskipun sudah menjalani serangkaian pemeriksaan.
YN membawa mobilnya ke bengkel resmi Daihatsu untuk mengatasi keluhan terkait mesin yang macet atau tersendat saat akselerasi.
“Saya sudah meninggalkan mobil di bengkel Daihatsu sejak hari Senin (20/1/2025), dengan harapan kerusakan bisa segera diperbaiki. Namun, hingga hari ketiga, sumber masalah yang saya keluhkan belum juga ditemukan,” kata YN, Sabtu (25/1/2025).
“Ketika ditanya mengenai cara pemeriksaan kerusakan mobil di bengkel Daihatsu Batam, salah seorang Service Advisor bernama Joko Santosa menjelaskan bahwa untuk memastikan kerusakan, pihak bengkel mengganti satu per satu komponen mobil yang diduga rusak dengan komponen dari mobil pelanggan lain (yang sedang menjalani perbaikan atau servis di bengkel tersebut),” imbuhnya.
Lebih lanjut, YN mengatakan bahwa pada hari kedua mobilnya berada di bengkel, Service Advisor bernama Joko menghubunginya melalui pesan WhatsApp dan memberitahukan bahwa pihak bengkel baru saja mendapatkan unit mobil yang sama. Komponen yang diduga rusak, yaitu Throttle body telah diganti ke mobil YN dari mobil pelanggan lain, namun masalahnya tetap belum ditemukan.
“Hingga hari ketiga, sumber kerusakan belum juga ditemukan. Akhirnya, saya mendesak jika kerusakan tidak segera ditemukan, saya akan membawa mobil keluar dari bengkel Daihatsu Batam,” ujarnya.
Barulah pada hari keempat, Kamis (23/1/2025) siang, pihak bengkel Daihatsu Batam mengabarkan bahwa komponen yang rusak telah diketahui.
“Kerusakannya sudah ditemukan. Tadi sudah diganti, oksigen sensor sudah oke, tapi tidak bisa dites jauh dan lama karena dipinjam dari mobil pelanggan lain yang sedang menunggu,” ujar YN membacakan pesan WhatsApp dari pihak Daihatsu Batam.
Pihak bengkel menyampaikan kepada YN bahwa oksigen sensor tersebut tidak tersedia di bengkel Daihatsu Batam dan harus di-indens selama 2 bulan. Akhirnya, YN membawa mobilnya keluar dari bengkel Daihatsu Batam tanpa perbaikan karena tidak sabar menunggu oksigen sensor yang harus inden.
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Setelah membawa mobilnya keluar dari bengkel Daihatsu Batam, YN mengeluhkan sejumlah masalah baru. Ia merasakan getaran mesin yang cukup kuat dan stir mobil yang terasa berat ke arah kiri.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan bengkel resmi Daihatsu Batam. Dan yang paling saya pertanyakan apakah menggonta-ganti komponen mobil yang rusak dengan komponen mobil pelanggan lain yang sedang menjalani servis sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) PT Astra International Tbk atau Daihatsu?” kata YN penuh tanya.
Sementara itu, Service Advisor Daihatsu Cabang Batam, Joko Santosa ketika dikonfirmasi pada Sabtu (25/1/2025) mengatakan, untuk mengetahui kerusakan mobil pihaknya melakukan analisa dan scan.
“Kita tetap analisa dulu, kita scan, kita lakukan pengukuran. Kalau dari scan dan pengukuran mengarah ke part yang rusak, maka kita sarankan ganti. Kalau misal bisa direpair, ya kita repair,” kata dia. (Fin/Red)







