Korban Tewas Ledakan Kapal di ASL Batam Bertambah Jadi 14 Orang

Kapal tanker MT Federal II terbakar di kawasan PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Rabu (15/10/25). Foto: Ledi-Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Korban meninggal akibat ledakan kapal MT Federal II milik PT ASL Marine Shipyard di Tanjunguncang kembali bertambah. Seorang korban bernama Fikri Krisnawan (23) meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth, Sagulung, Selasa (28/10/2025) malam.

Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyebutkan, kondisi Fikri sempat memburuk setelah menjalani perawatan intensif selama dua pekan. Ia sempat dirawat di ruang ICU, namun nyawanya tidak tertolong.

“Korban meninggal dunia saat dirawat di RS Elisabeth,” ujar Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang, Kamis (30/10/2025).

Dengan meninggalnya Fikri, jumlah korban tewas akibat ledakan kapal tersebut bertambah menjadi 14 orang. Sementara itu, delapan korban lainnya masih menjalani perawatan di RS Graha Hermine dan RS Mutiara Aini, Batuaji.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jalan Cahaya Garden Batam Bahayakan Pengendara

“Beberapa korban masih dalam perawatan di dua rumah sakit di wilayah Batuaji,” jelas Bimo.

Sementara itu, Humas RS Graha Hermine, Fitri, menyampaikan bahwa saat ini lima korban masih dirawat di rumah sakit tersebut, sedangkan satu pasien lainnya telah dipulangkan.

“Untuk pasien yang sudah pulang atas nama Sodikin. Lima lainnya masih menjalani perawatan di lantai III dan IV,” ujarnya.

Fitri menjelaskan, kelima pasien tersebut masih dalam tahap pemulihan akibat luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda. Mereka adalah Ceni Sihombing (luka bakar 22,5 persen), Dani Darusman (45 persen), Krima Damadan (22,5 persen), Abdul Munir (13,5 persen), dan Dedi Supriadi (13,5 persen).

“Pasien yang sudah pulang sebelumnya mengalami trauma inhalasi dan telah ditangani dengan baik,” katanya.

Baca Juga :  Hasil Pertemuan RSUD Embung Fatimah dengan Keluarga Alif: Jadikan Ini Momen Perbaikan Pelayanan

Ia menambahkan bahwa sebagian besar korban menderita luka bakar antara 10 hingga 15 persen dan memerlukan tindakan operasi. Salah satu korban bahkan mengalami luka bakar hingga 48 persen dan masih dirawat di ruang ICU.

“Jika dibutuhkan penanganan lebih lama, kami akan mengambil langkah sesuai kondisi pasien,” tukasnya.

Penulis: Ledi
Editor: Indra