BATAM, DURASI.co.id – KPJ Johor Specialist Hospital resmi memperkenalkan teknologi terbaru untuk menangani pasien dengan gangguan paru-paru, khususnya pada kasus keganasan dengan obstruksi saluran pernapasan tengah. Prosedur mutakhir ini dikenal sebagai Rigid Bronchoscopy dan Airway Cryodebulking.
Prosedur ini dilakukan oleh tim medis berpengalaman, yakni Dokter Spesialis Paru, dr Muhammad Redzwan, dan dokter Paru Intervensi KPJ Johor Specialist Hospital, dr Jamalul Azizi.
“Prosedur ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi pasien dengan penyakit paru-paru ganas stadium lanjut,” ujar dr Muhammad Redzwan dalam keterangannya, Selasa (25/2/2025).
Redzwan menjelaskan, Rigid Bronchoscopy atau bronkoskopi kaku adalah prosedur medis yang menggunakan tabung logam kaku untuk dimasukkan ke dalam saluran napas. Tujuannya adalah untuk memvisualisasikan dan menangani penyumbatan pada saluran napas pusat secara langsung.
“Rigid bronchoscopy dianggap sebagai alat utama dalam bidang pulmonologi intervensi, sub-spesialisasi yang fokus pada teknik invasif minimal untuk menangani penyakit paru-paru,” jelasnya.
Melalui bronkoskopi kaku, dokter dapat melakukan berbagai tindakan medis, seperti pengangkatan tumor di saluran napas, pemasangan stent untuk membuka saluran yang tersumbat, serta penanganan perdarahan berat di paru-paru.
Prosedur ini menjadi pilihan utama dalam menangani sumbatan saluran napas yang parah serta kondisi paru-paru kompleks lainnya.
Sementara itu, Airway Cryodebulking adalah prosedur invasif minimal yang menggunakan suhu ekstrem dingin (cryotherapy) untuk membekukan dan mengangkat jaringan yang menghalangi saluran napas, seperti tumor.
“Teknik ini efektif memulihkan aliran udara dengan risiko perdarahan yang lebih rendah serta memungkinkan pengangkatan jaringan secara presisi. Airway Cryodebulking sering digunakan baik untuk penyumbatan saluran napas yang ganas maupun jinak,” ucapnya.
Dengan hadirnya teknologi Rigid Bronchoscopy dan Airway Cryodebulking di KPJ Johor Specialist Hospital, diharapkan semakin banyak pasien yang bisa mendapatkan penanganan tepat dan peluang kesembuhan yang lebih baik.
“Ini adalah langkah besar dalam meningkatkan kualitas hidup pasien paru-paru ganas yang selama ini kesulitan bernapas akibat obstruksi saluran napas,” sebut Redzwan.
Penulis: Ledi
Editor: Indra







