Market Day Bernuansa Melayu, Siswa MIS Nurul Huda Antusias Jajakan Kue Tradisional

Siswa MIS Nurul Huda menjajakan aneka kue tradisional Melayu dalam acara Market Day, Sabtu (22/2/25). Foto: Ali/Durasi.co.id

KARIMUN, DURASI.co.id – Anak-anak kelas IV MIS Nurul Huda tampak antusias menjajakan aneka kue tradisional dalam acara Market Day di halaman MIS Nurul Huda, yang terletak di Telaga Tujuh, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (22/2/2025).

Mengusung tema “Kearifan Lokal: Makanan Tradisional Khas Melayu”, halaman madrasah pun disulap menjadi pasar mini yang penuh warna dan semangat kebersamaan.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Stan-stan kecil berjejer rapi, dipenuhi berbagai jenis kue khas Melayu seperti kue lapis, onde-onde, kue putu, dan seri muka. Para siswa tidak hanya menjajakan makanan, tetapi juga belajar tentang transaksi jual beli, pengelolaan keuangan sederhana, serta nilai gotong royong dan kebersamaan.

Baca Juga :  Barang Ilegal di Karimun Dinilai Makin Marak, KIPRA Kepri Desak Pengawasan Diperketat

Guru Kelas IV A MIS Nurul Huda, Ratnawati menyampaikan, Market Day ini mendapat respons luar biasa dari siswa.

“Mereka sangat antusias. Sejak persiapan hingga pelaksanaan, siswa menunjukkan semangat dan kerja sama yang luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya sekadar jual beli, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang holistik,” ujar Ratnawati.

Lebih lanjut disampaikannya, anak-anak belajar cara merencanakan, mempersiapkan, dan memasarkan produk mereka. Selain itu, mereka mengasah keterampilan sosial saat berinteraksi dengan teman dan pembeli, melatih kreativitas dalam mendekorasi stan, dan mempraktikkan konsep keuangan sederhana, seperti menghitung modal, keuntungan, dan membuat catatan transaksi.

Ratnawati juga menambahkan bahwa Market Day ini menjadi momentum yang tepat untuk mengenalkan kuliner warisan budaya Melayu kepada generasi muda.

Baca Juga :  Pemko Batam Perkuat Strategi Atasi Masalah Sampah

“Makanan tradisional sering kali terlupakan di tengah maraknya makanan modern. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membuat dan menjual makanan khas Melayu, tetapi juga mulai memahami nilai budaya di balik setiap hidangan. Mereka jadi tahu bahwa makanan tradisional adalah bagian penting dari identitas kita,” katanya.

Melalui kegiatan ini, kata Ratnawati, siswa tidak hanya menikmati proses belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin menghargai makanan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya mereka.

“Market Day di MIS Nurul Huda pun menjadi bukti nyata bahwa proses belajar dapat dikemas secara kreatif dan menarik, sehingga bermanfaat bagi semua pihak, baik siswa, guru, maupun orang tua yang turut hadir mendukung kegiatan ini,” tandasnya.

Baca Juga :  BP Batam Gelar FGD Audit LMS dan Perumusan Proyeksi Investasi

Penulis: Ali
Editor: Indra