PEKANBARU, DURASI.co.id – Menjelang pelantikan kepemimpinan baru di Provinsi Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menggelar majelis zikir dan doa bersama sebagai bentuk harapan dan doa untuk masa depan daerah.
Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Balai Adat LAM Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, pada Rabu (19/2/2025), dengan lantunan zikir dan doa yang mengiringi suasana penuh kekhusyukan.
Dalam sambutannya, Datuk Sri Taufik Ikram Jamil, selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, menyampaikan bahwa hari ini mereka kembali melaksanakan acara yang dinamakan majelis zikir. Kegiatan ini rutin dilakukan sejak tahun 2022 setiap bulan, kecuali pada bulan Ramadan.
“Majelis zikir ini merupakan suatu kegiatan yang memiliki dimensi sangat luas. Bukan hanya memberikan nilai bagi kehidupan Melayu, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana mereka berusaha bersama-sama mengaktualisasikan diri sebagai umat Islam,” kata Datuk Sri Taufik.
Ia menjelaskan, nilai dasar Melayu adalah Islam. Di berbagai tempat di kawasan Melayu, orang yang masuk Islam senantiasa disebut masuk Melayu, bukan masuk Islam.
Di samping itu, LAM Riau memiliki harapan besar terhadap Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat Melayu.
“Tentu banyak harapan kami, terutama yang berkaitan dengan adat. Apalagi, salah satu ciri khas Riau yang diatur dalam Undang-Undang Provinsi Riau Nomor 19 Tahun 2022 menyebutkan bahwa salah satu karakteristik Provinsi Riau adalah adat dan budaya Melayu,” jelasnya.
Ia memandang masih banyak hak-hak adat yang belum diperoleh masyarakat adat. Bahkan, undang-undang mengenai hukum masyarakat adat belum terlahir, begitu juga dengan perda-nya.
“Kami juga berharap agar pemerintah menegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 dan Nomor 46 Tahun 2018. Pergub Nomor 45 berkaitan dengan muatan lokal, sedangkan Pergub Nomor 46 mengatur tentang budaya Melayu di ruang publik,” ucapnya.
Datuk Sri Taufik mengemukakan pihaknya masih banyak melihat sengketa lahan yang menyangkut masyarakat adat.
“Insya Allah, hal tersebut akan dapat direalisasikan oleh pemimpin yang akan segera dilantik. Sebab, Presiden juga memiliki komitmen terhadap hal ini, begitu pula dengan pemimpin kita yang baru,” ucapnya.
Penulis: Sukri
Editor: Indra










