Pelabuhan Rakyat di Batam Masih Jadi Jalur Penyelundupan, Puluhan iPhone Disita

Pelaku penyelundupan saat diamankan petugas patroli KP Kutilang-5005, Jumat (24/10/25). Foto: Simon-Durasi.co.id

BATAM, DURASI.co.id – Pelabuhan rakyat di Batam masih menjadi jalur penyelundupan barang ilegal. Tim patroli Kapal Polisi (KP) Kutilang-5005 menggagalkan upaya pengiriman 48 unit handphone dari Pelabuhan Pengumpan (Pancung) Sekupang, Batam, menuju Dumai, Riau, pada Kamis (23/10/2025) dini hari.

Komandan KP Kutilang-5005, AKP Capt Ilvan Tomachlin, mengatakan bahwa kejadian bermula saat dirinya memerintahkan sejumlah anggota untuk melakukan penyelidikan di Pelabuhan Pengumpan Sekupang.

“Hal ini dilakukan setelah kami menerima informasi adanya aktivitas pengiriman barang ilegal menggunakan speed boat sewaan menuju kapal ferry yang sedang lego jangkar di perairan Sekupang,” kata AKP Capt Ilvan Tomachlin, Jumat (25/10/2025).

Ia melanjutkan, sekitar pukul 04.00 WIB, petugas menemukan seorang pria berinisial R yang membawa dua tas ransel dan satu tas belanja kecil.

Baca Juga :  Terima Audiensi Pansus DPRD, Wali Kota Batam Tegaskan Perda LAM Harus Berpihak Pada Pelestarian Adat Melayu

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 48 unit handphone merek iPhone, terdiri dari 28 unit dalam kantong plastik biru di tas ransel dan 20 unit dalam tas belanja kecil berwarna merah,” ujarnya.

AKP Capt Ilvan menambahkan bahwa pelaku beserta barang bukti telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Proses hukum akan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar AKP Capt Ilvan menandaskan.

Seorang warga setempat, Jabat, menyoroti fenomena penyelundupan di pelabuhan rakyat. Menurutnya, pihak berwenang perlu pengawasan lebih ketat agar kejadian serupa tidak terus terjadi.

“Penegak hukum sebaiknya melakukan pengawasan atau patroli rutin di pelabuhan agar pelaku tidak bebas melakukan penyelundupan,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa pelabuhan rakyat tidak hanya menjadi tempat bongkar muat biasa, tetapi juga jalur ilegal.

“Sosialisasi dan pengawasan bersama antara Ditpolairud, TNI AL, Bea Cukai, dan Syahbandar penting dilakukan untuk meminimalisir tindak penyelundupan,” katanya.

Baca Juga :  Kepala dan Ketum PIKORI BP Batam Serahkan 6 Sapi Super di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Penulis: Simon
Editor: Indra