Peresmian BLK Caritas, Plh Wali Kota Batam Tekankan Perlindungan Pekerja Migran

Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menandatangani prasasti peresmian Gedung Sentrum Caritas, Jumat (29/5/26).

BATAM, DURASI.co.id – Upaya memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran serta mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kota Batam memerlukan keterlibatan dan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga sosial dinilai harus terus diperkuat.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat menghadiri peresmian Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Informasi Pekerja Migran yang dikelola Caritas Indonesia di Batam, Jumat (29/5/2026).

Peresmian Gedung Sentrum Caritas Kota Batam itu juga dirangkaikan dengan lokakarya yang membahas penguatan kolaborasi dalam perlindungan pekerja migran serta penanganan korban kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Li Claudia menyampaikan apresiasinya atas hadirnya fasilitas yang tidak hanya menyediakan pelatihan kerja, tetapi juga layanan informasi dan pendampingan bagi masyarakat, khususnya kelompok yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial.

Baca Juga :  Warga Rempang Terus Bergeser, BP Batam Komitmen Kedepankan Pendekatan Humanis dan Persuasif

Menurutnya, Caritas Indonesia selama ini konsisten menjalankan berbagai program kemanusiaan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam upaya perlindungan pekerja migran.

“Kehadiran pusat latihan kerja sekaligus pusat informasi ini merupakan langkah nyata dan strategis. Pemerintah menyambut baik serta mengapresiasi Caritas Indonesia yang turut membantu memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat,” kata Li Claudia.

Ia menuturkan, posisi Batam sebagai daerah strategis sekaligus pintu gerbang internasional membuat kota tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan pekerja migran hingga kasus TPPO dan kekerasan terhadap perempuan maupun anak.

Karena itu, lanjutnya, penyelesaian berbagai persoalan tersebut tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Perbaikan Pipa Distribusi Utama Masih Berlangsung, ABH Targetkan Rampung Hari Ini

“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi dan koordinasi antarlembaga semakin kuat sehingga upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Kota Batam dapat dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Li Claudia berharap Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Pekerja Migran yang baru diresmikan itu dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan.

“Selamat atas peresmian ini. Semoga tempat ini menjadi pusat pengabdian yang penuh berkat, melahirkan SDM yang kompeten, serta menjadi cahaya harapan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan,” tuturnya. [sal]