PHR Gandeng PDSI, Percepat Pengeboran di Zona Rokan

Acara Bincang Seputar Hulu Migas sekaligus buka puasa bersama PHR dengan wartawan di Hotel Pengeran Pekanbaru, Rabu (12/3/25). Foto: Haykal-Durasi.co.id

PEKANBARU, DURASI.co.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) memperkuat kerja sama dalam kegiatan pengeboran migas di Zona Rokan. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasi dan mempercepat produksi minyak dan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional.

Pj Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatera, Eviyanti Rofraida, mengatakan bahwa langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

“Melalui teknologi canggih dan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI), PHR dan PDSI terus mengoptimalkan eksplorasi serta produksi migas di salah satu wilayah operasi terbesar di Indonesia,” kata Eviyanti, dalam acara Bincang Seputar Hulu Migas sekaligus buka puasa bersama wartawan di Hotel Pengeran Pekanbaru, Rabu (12/3/2025).

Ia menyebutkan bahwa PHR tetap konsisten menjaga keandalan operasi di 93 lapangan aktif dengan lebih dari 12.600 sumur yang tersebar di Zona Rokan.

PHR terus berupaya meningkatkan produksi melalui berbagai inovasi dan strategi yang efisien. Dengan dukungan tenaga kerja yang andal dan terampil, perusahaan juga mengembangkan teknologi untuk mengatasi berbagai tantangan operasional.

Baca Juga :  Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Riau Disambut Antusias Masyarakat

“Sejumlah metode dan inovasi baru berbasis Artificial Intelligence (AI) sangat efektif dalam mendukung upaya peningkatan produksi. Teknologi yang dikembangkan oleh anak negeri turut mampu mendorong efisiensi dan efektivitas dalam operasi,” katanya.

Kegiatan eksplorasi guna mencari cadangan minyak baru terus ditingkatkan, baik untuk minyak konvensional maupun non-konvensional.

“Belum lama ini, PHR berhasil menyelesaikan pengeboran sumur dengan metode eksplorasi minyak non-konvensional (MNK) di Gulamo dan Kelok. Saat ini, sumur tersebut berstatus discovery dan akan dilanjutkan ke tahap pengembangan yang lebih luas,” ujarnya.

PHR juga berhasil melaksanakan Put On Injection (POI) pertama pada proyek Enhanced Oil Recovery (EOR) atau steamflood di Lapangan North Duri Development (NDD) A14 pada awal Januari.

“Lapangan NDD A14 merupakan pengembangan area steamflood baru setelah alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan oleh Pertamina. PHR juga bersiap melakukan pengembangan metode Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Minas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Riau 'Kandangkan' Mobil Dinas Selama Libur Lebaran

Ia mengemukakan, upaya peningkatan produksi ini tidak terlepas dari kolaborasi PHR dengan perusahaan mitra kerja, salah satunya PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dalam kegiatan pengeboran.

“Dengan menggunakan rig berteknologi tinggi, PDSI membantu PHR dalam mempercepat proses pengeboran dan meningkatkan produksi minyak. Kerja sama antara PDSI dan PHR sangat penting untuk memastikan produksi migas yang stabil dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, teknologi mutakhir PDSI mendukung operasi produksi yang efisien, salah satunya dengan rig mobile yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengeboran dan eksplorasi di berbagai lokasi dengan potensi migas tinggi. Saat ini, Pertamina Drilling memiliki dan mengoperasikan 50 rig, yang terdiri dari 47 rig onshore dan 3 rig offshore. Rig tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Regional 1 hingga Regional 4. Selain itu, Pertamina Drilling juga mengalokasikan satu rig untuk Training Center.

“Kami turut berkontribusi dalam pengeboran minyak di Zona Rokan. Kami telah melakukan pengeboran minyak non-konvensional (MNK) di wilayah Gulamo dan Kelok. Kami telah menyelesaikannya dengan menggunakan rig berteknologi tinggi, yakni Rig Cyber, untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak di Zona Rokan,” bebernya.

Baca Juga :  Ekonomi Riau Tumbuh 4,10 Persen

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut, Yanin Kholison, mengatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan operasi PHR dalam upaya meningkatkan produksi.

“Dukungan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencapai target produksi migas nasional yang juga berdampak pada daerah,” ujarnya.

Ia menuturkan, industri hulu migas, menurut Yanin, tidak hanya sekadar soal produksi minyak dan gas bumi. Lebih dari itu, industri migas memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

“Pertumbuhan ekonomi daerah adalah bagian dari multiplier effect atau efek berganda dalam industri hulu migas, sebagai dampak berantai yang dihasilkan dari setiap aktivitas di industri ini,” tandasnya.

Penulis: Haykal
Editor: Aliman