JAKARTA, DURASI.co.id – PT BSA Logistics Indonesia Tbk resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/4/2026), sekaligus menjadi emiten pertama yang melantai di bursa pada tahun 2026 dengan tingkat minat investor yang sangat tinggi.
Antusiasme pasar terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan tercermin dari tingkat kelebihan permintaan (oversubscribe) yang mencapai 386,86 kali.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dalam proses IPO tersebut perseroan menawarkan sebanyak 1.800.000.000 saham baru. Jumlah ini setara dengan 20,75 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp168 per saham, sehingga perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar dari pasar modal.
Tingginya tingkat oversubscribe menunjukkan permintaan investor yang jauh melampaui jumlah saham yang ditawarkan. Hal ini menjadi sinyal positif bagi debut perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk, Edwin Wibowo, kepada wartawan mengatakan bahwa pencatatan saham ini diharapkan dapat memperkuat posisi dan kapabilitas perusahaan dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian nasional.
Ia menambahkan, pencatatan saham ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan bisnis perseroan. Dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi usaha.
Lebih lanjut, dana tersebut akan dialokasikan untuk mendukung strategi ekspansi, khususnya melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan logistik end-to-end, serta untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional dan efisiensi layanan.
Hingga September 2025, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,54 triliun, meningkat dari Rp1,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga naik menjadi Rp24,39 miliar, dari sebelumnya Rp1,54 miliar.
Total ekuitas tercatat sebesar Rp330,23 miliar dan liabilitas Rp826,77 miliar hingga 30 September 2025. Sementara itu, total aset mencapai Rp1,15 triliun, dengan kas dan setara kas sebesar Rp213,69 miliar.
Setelah IPO, perseroan berencana membagikan dividen kepada pemegang saham dengan rasio maksimal 10 persen dari laba bersih tahun buku yang bersangkutan, mulai tahun buku 2027.
Pembagian dividen tersebut tetap mempertimbangkan tingkat kesehatan perseroan serta tidak mengurangi kewenangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menetapkan kebijakan lain sesuai dengan anggaran dasar.
Adapun komposisi pemegang saham setelah IPO terdiri atas Tiga Beruang Kalifornia Pte Ltd sebesar 79,01 persen, PT Permata Gandania Indah sebesar 0,24 persen, dan masyarakat sebesar 20,75 persen. [man]
Saham Perdana BSA Logistics Meledak, IPO Diserbu Investor hingga 386,86 Kali







