BATAM, DURASI.co.id – Alarm Indonesia menanggapi serius pemberitaan mengenai adanya ekspatriat di PT Asia Cocoa Indonesia yang diduga tidak bisa membaca dan menulis.
“Kami memandang, upaya tindak lanjut terhadap isu ini harus segera dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait,” kata Sekjen Alarm Indonesia, Arifin EP, Kamis (19/12/2024).
Ia menjelaskan, filosofi ketenagakerjaan Indonesia sangat jelas, yaitu melindungi tenaga kerja warga negara Indonesia, dan kebutuhan terhadap tenaga kerja asing harus melalui proses seleksi yang ketat.
“Proses ini tentunya tidak memungkinkan seorang ekspatriat yang tidak memiliki kemampuan baca tulis bisa lolos dengan mudah bekerja di Indonesia, khususnya Batam,” jelas Arifin.
Arifin sangat menyayangkan bila hal ini benar-benar terjadi di perusahaan sebesar PT Asia Cocoa Indonesia, yang tentunya berkewajiban untuk mematuhi segala peraturan hukum di Indonesia, termasuk peraturan tentang penggunaan tenaga kerja asing.
Untuk itu, kata Arifin, Alarm Indonesia meminta dilakukan pengujian tes membaca dan menulis kepada ekspatriat di perusahaan tersebut.
“Kami telah mendengar bahwa HRD PT Asia Cocoa Indonesia menyatakan siap melakukan tes baca tulis kepada ekspatriat tersebut, jika diperlukan,” sebutnya.
Arifin menegaskan, jika terbukti ekspatriat tersebut tidak bisa baca tulis, tentunya pengusutan secara tuntas oleh pihak terkait perlu segera dilakukan, karena ini adalah preseden buruk bagi dunia ketenagakerjaan dan penegakan hukum ketenagakerjaan di Indonesia. “Deportasi perlu segera dilakukan, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pengurusan dokumennya perlu diproses hukum,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, ekspatriat yang ditempatkan di PT Asia Cocoa Indonesia diduga tidak bisa membaca dan menulis.
Sumber yang mengungkap informasi ini menyebutkan, bahwa ekspatriat yang dimaksud berinisial CH.
“Namanya mister CH, dan hanya ada dua ekspatriat di PT Asia Cocoa Indonesia di Batam,” kata dia.
“Rasanya sangat lucu seorang ekspatriat dengan jabatan tinggi tidak bisa baca tulis,” imbuhnya.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, DURASI.co.id melakukan penelusuran langsung ke PT Asia Cocoa Indonesia pada Sabtu, 14 Desember 2024.
Hasil wawancara dengan Ranto selaku HRD PT Asia Cocoa Indonesia, mengonfirmasi bahwa memang hanya ada dua ekspatriat di perusahaan tersebut.
“Kami memang ada ekspat (ekspatriat) dari Malaysia. Yang aktif di sini dua,” kata Ranto saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun terkait isu ketidakmampuan membaca dan menulis, Ranto membantah hal tersebut.
“Kalau ekspat kan pasti mempunyai posisi tertentu, tidak mungkin tidak bisa membaca menulis,” katanya.
Ia menjelaskan, bahwa dalam pengurusan izin ekspatriat, ada tahapan yang harus dilalui. “Memang lewat agen, tapi agen harus melihat skil ekspat yang memenuhi syarat,” jelas Ranto. (red)










