Tak Butuh Waktu Lama, Polsek Lubuk Baja Ringkus 2 Pelaku Pencoret Dinding Terowongan Pelita

  • Bagikan
Dua pelaku (3 dan 4 dari kanan) pencoretan Terowongan Pelita diringkus Polsek Lubuk Baja, Senin (8/11/21). Foto: Istimewa

BATAM, DURASI.co.id – Polsek Lubuk Baja berhasil meringkus 2 orang pelaku pencoret tembok di Terowongan Pelita, Kelurahan Kampung Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, Senin (8/11/2021).

Kejadian berawal pada Sabtu, 30 Oktober 2021 sekira pukul 23.00 WIB, dimana 7 orang saksi berencana pergi mencari tempat makan di daerah Nagoya dengan menggunakan 2 unit mobil.

Saat melintasi terowongan Pelita, saksi inisial H melihat ada 3 unit sepeda motor berhenti di pinggir jalan dan ada 6 pria dewasa di terowongan Sei Panas terlihat sedang mencoret dinding.

Melihat aksi tersebut, saksi H meminta rekannya yang mengemudi mobil untuk putar arah menghampiri pelaku yang mencoret dinding. Sesampai disana, H melihat 4 (empat) orang langsung menaiki sepeda motor dan melarikan diri.

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja Terima Penghargaan Peringkat 1 Teraktif KKYD Premanisme dan Pungli TA 2021

Namun kata saksi H, dirinya masih menemukan 2 (dua) orang pelaku yang masih melakukan aksi coret-coret dan dirinya menemui pelaku inisial RA (24) sedang membuat tulisan “Jokowi is” dengan menggunakan piloks warna Hitam.

Sesampai disana, saksi H bersama rekannya bertanya menegur pelaku. Namun, pelaku RA bersama rekannya MAS (19) langsung naik sepeda motor dan melarikan diri.

Dinding Terowongan Pelita yang dicoret-coret para pelaku pada Sabtu (30/10/21). Foto: Ist

Namun, tersangka RA dan MAS terjatuh dari sepeda motornya. Lalu, saksi H bersama rekannya langsung mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti cat piloks merk RJ London dan segera membawa pelaku ke Polsek Lubuk Baja.

“Para saksi sempat memperhatikan beberapa coret-coret di dinding terowongan yang di buat oleh pelaku diantaranya ada tulisan “jokowi is”, “hentikan bisnis [email protected]”, “fuck police” dan “mural shuck”,” ucap Kapolsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono kepada Durasi.co.id.

Baca Juga :  Per Juni 2022 Bea Cukai Batam Telah Layani 1,8 Juta Dokumen Barang Kiriman

Lanjut kata AKP Budi Hartono, setelah dilakukan pemeriksaan, diperoleh hasil bahwa aksi yang dilakukan oleh pelaku merupakan keinginan pelaku sendiri dan dalam pengaruh minuman alkohol.

“Setelah kita lakukan gelar perkara, kepada pelaku kita kenakan Perda kota Batam dan kami serahkan semua pelaku, barang bukti dan berkas perkara kepada penyidik PPNS Satpol PP kota Batam,” terang Budi.

Di samping itu, Budi berharap agar Pemerintah Kota Batam memasang CCTV di Terowongan tersebut agar mempermudah penyelidikan jika terjadi tindak kejahatan.

“Meskipun tim patroli dari Polsek Lubuk Baja sering melakukan patroli ke sana namun tidak 24 jam standby disana untuk menjaga terowongan. Jadi kita harap Pemko Batam memasang CCTV di terowongan itu,” harap Budi.

Baca Juga :  Ekspor-Impor di Batam Terus Meningkat

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 6 Ayat (1) huruf K Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 16 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dengan ancaman pidana kurungan 3 bulan dan denda 25 juta. (Nal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hak cipta dilindungi undang-undang