Usai Diskusi Pejantara, Masyarakat Akselerasi Kegiatan Pilah Sampah

Redaksi Durasi
Diskusi Publik Pejantara "Batam Darurat Sampah" di Unrika, Jumat (28/7/24).

BATAM, DURASI.co.id – Diskusi Publik Batam Darurat Sampah yang diselenggarakan oleh Yayasan Pelita Hijau Nusantara (Pejantara) pada 28 Juni 2024 lalu, di Aula Mini Universitas Riau Kepulauan (Unrika) ternyata berbuntut panjang di masyarakat, khususnya masyarakat Puri Agung 4 tahap 2, Mangsang.

Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Prof Agung Dhamar (Rektor Universitas Raja Ali Haji), DR Ramses Firdaus (Kepala LPPM Unrika), M Nur (Aliansi Jurnalis Independen) dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Tema yang diusung adalah isu lingkungan hidup dunia masalah sampah. Dalam diskusi ini terungkap bahwa estimasi daya dukung TPA Punggur diperkirakan 2 tahun lagi.

Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, selain perlu adanya tekhnologi juga tindakan pencegahan yaitu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Punggur. Masyarakat harus mulai merubah kebiasaan dalam hal sampah yaitu memilah sampah mulai dari rumah.

Baca Juga :  Kepala BP Batam Muhammad Rudi Hadiri penyerahan DIPA 2024 di Istana Negara

Menjelang akhir, kelompok masyarakat yang diwakili oleh Zanuar Maulana Arif yang juga Komunitas Green City Mangsang memaparkan sebuah proses pilah sampah yang telah dilakukan oleh komunitasnya semenjak tahun 2021 dan mampu menghasilkan sebuah perumahan yang sekarang disebut kampung Ecoenzym.

Sementara itu, Ketua Komunitas Green City Mangsang, Arif mengatakan bahwa dirinya dan kelompok berterima kasih kepada Pejantara yang telah menyelenggarakan acara tersebut.

“Karena acara tersebut, semangat kami bangkit kembali setelah setahun lebih vakum usai meninggal mentor kami yang sangat luar biasa, bapak Adolf Hutajulu. Kami juga telah berkomunikasi dengan Rektor UMRAH Prof Agung dan direncanakan Agustus 2024 ini beliau akan berkunjung ke Kampung Ecoenzym,” demikian Arif menjelaskan.

Baca Juga :  Tim Voli BP Batam Raih Hasil Positif di Laga Pembuka

“Sebagai pemanasan, pada tanggal 12 Juli kemarin kita sudah adakan kegiatan pertama berupa sosialisasi. Berikutnya pada tanggal 28 besok kami akan adakan pelatihan dengan tema “Menjawab Solusi Sampah Batam, Pilah Sampah dari Rumah”. Menghadirkan mentor yang sudah memiliki Sertifikat Internasional Ecoenzym Bapak Thomas AE, anggota dewan, lurah dan aktivis lingkungan,” imbuh Arif.

Sebagai agenda jangka panjang, Arif merencanakan bersama kelompoknya untuk nantinya bisa menyiram TPS/TPA dengan Ecoenzym seperti yang dilakukan di Bali dan berbagai tempat.

“Saat ini ecoenzym kami yang sudah dipanen mencapai hampir 500 kilogram dan berusia tiga tahun. Kami juga sudah berjejaring dengan Bapro Fun Sharing and Learning, Komunitas Peduli Mangrove, Rumah Ecoenzym Batam, Namura Kopi, MCC dan lain-lain. Dan sebagai penghargaan, nama Pejantara kami masukkan dalam spanduk kegiatan kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Tingkatkan PAD, Retribusi Kebersihan PKL Langsung Dipungut DLH Tanjungpinang

“Selain target untuk menyiram TPA dengan Ecoenzym, kami juga berencana untuk mengakselerasi bank sampah yang hasilnya untuk melakukan penanganan sampah organik. Ini yang harusnya dilakukan oleh seluruh bank sampah yang ada di Kota Batam ini untuk menjawab solusi sampah Batam,” imbuhnya. (DR)