PEKANBARU, DURASI.co.id – Wacana menjadikan Riau sebagai daerah istimewa kini memasuki babak baru. Menyusul sinyal positif dari pemerintah pusat, berbagai elemen masyarakat di Riau menyatakan dukungan dan mulai mempersiapkan langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya.
Langkah awal itu ditandai dengan rapat perdana Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR) yang digelar di Pekanbaru, Sabtu (17/5/2025). Rapat yang dipimpin Ketua BPP DIR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau.
Wacana daerah istimewa bagi Riau kembali mengemuka usai pembahasan dalam pertemuan antara Dirjen Otonomi Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri pada 27 April lalu. “Ini bukan soal merebut, tapi akhirnya dihidangkan juga setelah lama digaungkan dari Riau,” ujar salah seorang peserta rapat, Datuk Mardhiansyah.
Datuk Seri Taufik mengonfirmasi bahwa Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) telah membentuk BPP DIR sebagai wadah kerja untuk merancang dasar hukum dan strategi perwujudan status istimewa tersebut. Sejumlah agenda tengah disiapkan, termasuk penyusunan naskah akademis, konsolidasi antarorganisasi, serta komunikasi dengan pihak pemerintah. Secara informal, Gubernur Riau dan Ketua DPRD Riau disebut telah memberikan respons positif atas gagasan ini.
Para tokoh yang hadir menilai, Riau memiliki legitimasi historis dan kultural untuk menyandang status istimewa. Kerajaan-kerajaan dan pemerintahan adat di wilayah ini pernah menyerahkan kekayaan alam, termasuk ladang minyak kepada Republik Indonesia saat bergabung, dan hingga kini sistem sosial budaya berbasis Melayu tetap hidup dan berkembang.
BPP DIR terdiri atas delapan bidang kerja, di antaranya hubungan antar daerah, pengelolaan arsip, publikasi, dan penyusunan naskah akademis. Dukungan terhadap inisiatif ini juga mulai mengalir dari berbagai organisasi masyarakat, kelompok pemuda, dan kalangan mahasiswa.
Penulis: Haykal
Editor: Aliman








