ACEH TAMIANG, DURASI.co.id – Kekecewaan menyelimuti warga terdampak banjir di salah satu posko pengungsian di Kecamatan Karang Baru. Di tengah perjuangan untuk bangkit dari musibah, bantuan logistik berupa pakaian bekas yang diterima warga justru rata-rata ditemukan dalam kondisi rusak parah, sobek, dan tidak layak pakai.
Kondisi ini mulai terungkap saat warga melakukan penyortiran terhadap tumpukan karung bantuan yang baru tiba pada Sabtu (20/12/2025). Alih-alih mendapatkan pakaian pengganti yang bersih, warga justru menemukan baju-baju yang sudah kusam, berjamur, hingga kain yang telah lapuk dan berlubang besar dengan jahitan tangan.
Salah seorang warga terdampak, Maimunah, menyatakan rasa sedihnya saat melihat kondisi bantuan tersebut.
“Kami memang sangat membutuhkan pakaian karena baju di rumah semuanya hanyut dan terendam lumpur. Namun, jika kondisinya sobek-sobek dan kotor seperti ini, tentu tidak bisa dipakai. Kami merasa seperti diberi sampah, bukan bantuan,” ujarnya dengan nada kecewa, Minggu (21/12/2025).
Hal senada disampaikan oleh Suparmin, Koordinator Posko setempat, yang menyebutkan bahwa hampir 45 persen dari total pakaian yang diterima tidak layak untuk didistribusikan. Kondisi ini justru menambah tumpukan pakaian rusak di lokasi pengungsian.
Menanggapi fenomena tersebut, Ketua Forum CSR Aceh Tamiang, Sayed Zainal mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan mendesak kepada para korban banjir.
Sayed juga mengimbau masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan agar lebih selektif. Menurutnya, para donatur sebaiknya memastikan pakaian yang didonasikan masih utuh, tidak sobek, serta kancing dan resleting berfungsi dengan baik.
Selain itu, sangat disarankan agar pakaian dicuci terlebih dahulu sebelum disumbangkan. Saat ini, warga lebih membutuhkan pakaian dalam baru, perlengkapan bayi, serta selimut bersih.
“Kami sangat mengapresiasi niat baik masyarakat untuk membantu. Namun, mohon diingat bahwa para korban banjir juga manusia yang membutuhkan martabat. Memberikan barang yang layak merupakan bentuk penghormatan paling dasar bagi mereka yang sedang berduka,” tegas Sayed Zainal. [Andre]







