BINTAN, DURASI.co.id – Zulhelmi (32), warga Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, menjadi salah satu korban kapal kayu yang terbakar di Perairan Selat Riau. Ia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Engku Haji Daud (EHD) Tanjunguban, Kabupaten Bintan.
Direktur RSJKO EHD Kepri, dr Asep Guntur Sapari, mengatakan korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 06.00 WIB dalam kondisi sadar. Setelah menjalani pemeriksaan medis, tim dokter menemukan luka bakar cukup parah di wajah, dada, lengan, dan kaki.
“Korban mengalami luka bakar sekitar 67 persen dari total tubuhnya,” kata Asep, Jumat (24/10/2025).
Menurut dia, tim medis telah melakukan pembersihan luka bakar sekitar pukul 11.00 WIB. Korban kemudian langsung ditangani oleh dokter bedah dan dirawat di ruang ICU untuk pemantauan intensif.
“Korban kami rawat di ICU guna mencegah risiko infeksi. Saat ini masih dalam tahap observasi karena mungkin memerlukan tindakan lanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, ayah korban, Husaini, terlihat menunggu di luar ruang ICU dengan wajah cemas. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi kebakaran kapal yang dialami anaknya.
“Katanya, anak saya sempat terjun ke laut setelah kapal kayu yang ditumpanginya terbakar,” ujarnya singkat.
Husaini menjelaskan, sebelum kejadian Zulhelmi meminjam pompong milik rekannya untuk mengantar barang karena kapal pribadinya sedang rusak. Namun, di tengah perjalanan, kapal yang ditumpangi tiba-tiba terbakar di perairan Selat Riau.
“Keluarga kini tengah berupaya mencari pemberi kerja Zulhelmi, seorang pria berinisial D, untuk meminta bantuan biaya pengobatan,” tandasnya.
Penulis: Rudi
Editor: Indra







