BATAM, DURASI.co.id – Truk Over Dimension Over Load (ODOL) bebas masuk ke Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur Batam dan kapal penyeberangan, sehingga terkesan tanpa pengawasan.
Pantauan DURASI.co.id sejak beberapa bulan terakhir, diketahui puluhan truk ODOL bebas masuk ke Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur dan kapal penyeberangan tanpa mempertimbangkan keselamatan penumpang serta stabilitas kapal saat berada di tengah laut.
Sebagaimana diketahui, adapun rute kapal penyeberangan dari Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur yakni Sei Selari Pakning Kabupaten Bengkalis, Tanjung Uban Kabupaten Bintan, Tanjung Balai Karimun, Dabo Singkep Kabupaten Lingga dan Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi.
Sumber DURASI.co.id mengatakan, bahwa aktivitas tersebut sudah berjalan sejak lama.
“Semua tergantung kepada pemangku kebijakan di daerah dan pusat. Apakah masuknya kendaraan over kapasitas ke Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur sengaja ada pembiaran, dan apakah karena ada kepentingan oknum-oknum tertentu,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melarang truk kelebihan muatan (ODOL) masuk ke pelabuhan penyeberangan terhitung 1 Mei 2020 silam.
Kala itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan, keberadaan truk-truk ODOL akan menyebabkan kerugian-kerugian jika dibiarkan masuk ke pelabuhan penyebrangan.
“Kendaraan ODOL tidak bisa dibiarkan masuk ke pelabuhan penyeberangan karena menimbulkan kerugian yang cukup besar, di antaranya adalah kerusakan rampdoor dan mobile bridge lebih cepat,” ujar Dirjen Budi.
Selain itu, kerugian lainnya ialah kapasitas kapal jadi berkurang karena ada penambahan dimensi kendaraan. Dan kendaraan yang melebihi kapasitas tentunya akan mengancam keselamatan karena mengganggu stabilitas kapal saat berada di tengah laut.
Budi meminta kepada pihak ekspedisi untuk jangan memikirkan bisnis saja, tetapi juga aspek keselamatan. Pihaknya terus mendata para pelaku yang tidak mentaati regulasi yang ada.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kepri, ASDP Batam dan pemangku kepentingan lainnya di Pelabuhan ASDP Roro Telaga Punggur. (red)








