Dibandrol Rp700 Ribu, Siapa Aktor di Balik Praktik Jual Beli Seragam SMP Negeri di Pemalang?

Redaksi Durasi
Ilustrasi. (Ist)

PEMALANG, DURASI.co.id – Program seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pemalang, Jawa Tengah dinilai jauh dari harapan orang tua siswa.

Pasalnya siswa dari keluarga miskin yang masuk lewat jalur afirmasi tetap membeli seragam seperti siswa pada umumnya.

Ada beberapa alasan mereka membeli seragam. Selain diduga diarahkan pihak sekolah, seragam gratis belum dibagikan, sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) segera dimulai.

Orang tua siswa di salah satu SMPN Taman, berinisial Y bahkan mengaku tidak tahu program ini. Dia sudah membeli seragam untuk anaknya seharga Rp 700 ribu.

“Saya tidak tahu (program seragam gratis) itu. Saya sudah beli (seragam) Rp 700 ribu di toko depan sekolahan,” katanya.

Baca Juga :  Diduga Dana Galian C Dusun Clapar Jadi Bancakan, Perangkat Desa Buka Suara

Menanggapi hal itu, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pemalang, Sokhaeron mengatakan seragam gratis akan dibagikan kepada siswa sekitar awal September 2024.

“Disepakati dengan pihak ketiga, bantuan ini akan diberikan tanggal 2 September. Lanjut proses distribusi ke sekolah. Tanggal 9 September akan diterimakan kepada (siswa) yang berhak,” terang Sokhaeron, Minggu (28/7/2024).

Masing-masing siswa, lanjutnya, akan menerima dua stel. Satu stel OSIS, satu stel pramuka, plus atribut, yakni, topi, dasi, dan ikat pinggang.

Sokhaeron menegaskan, pihak dinas tak akan mengembalikan uang siswa yang sudah terlanjur membeli seragam di luar.

“Tidak (menguangkan seragam). Kami tidak mengharuskan siswa memakai seragam SMP. Kalau belum punya, bisa pakai seragam SD dulu, sampai punya,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Pemalang Apresiasi Hasil Panen Padi Super Genjah M70D di Desa Pegundan

Untuk jual beli seragam di lingkungan sekolah, dia mengatakan itu di luar kendali Dindikbud Pemalang. “Itu di luar kendali dinas. Kami tidak mengatur soal jual beli seragam,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Pemalang Mansur Hidayat akan memberikan seragam gratis kepada siswa baru SD/SMP dari keluarga tidak mampu alias miskin.

Tujuannya untuk meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anaknya agar kedepan tidak ada lagi Anak Putus Sekolah (ATS) di Pemalang.

Sebagai informasi, menurut narasumber terpercaya, hampir semua sekolah SMPN di Kabupaten Pemalang diketahui diduga melakukan praktik jual beli seragam sekolah kepada siswa-siswi dengan cara mengarahkan membeli seragam tersebut di tempat atau toko yang telah ditentukan, dengan tarif berbeda, dari harga Rp650 ribu hingga Rp700 ribu. (Alwi)