PEKANBARU, DURASI.co.id – Dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan sosialisasi kepada siswa SMAN 9 Pekanbaru pada Sabtu, 15 Februari 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1000 siswa dari kelas X hingga XII dan bertujuan untuk mengenalkan pentingnya jaminan sosial kepada generasi muda. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki tingkat literasi masyarakat mengenai jaminan sosial yang masih terbilang rendah.
Ibnu Rusdan, Asisten Deputi Bidang Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan, menjelaskan bahwa kesejahteraan sosial dapat dicapai melalui jaminan sosial. Namun, pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan peran jaminan sosial masih tergolong rendah. Untuk itu, literasi mengenai jaminan sosial perlu dimulai sejak dini, dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini mencakup pengenalan tentang pentingnya gotong royong dan pemahaman mengenai mekanisme serta lembaga jaminan sosial.
“Materi jaminan sosial sebaiknya dimasukkan dalam kurikulum sekolah agar kesadaran akan pentingnya jaminan sosial dapat ditanamkan sejak dini. Proses edukasi ini perlu dilakukan melalui dua tahap, yakni training of trainer dan integrasi materi jaminan sosial dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sesuai dengan Kurikulum Merdeka yang tercantum dalam Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022,” ujar Ibnu.
Ibnu juga menambahkan bahwa pendidikan mengenai jaminan sosial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam sistem jaminan sosial nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, serta mewujudkan tujuan negara kesejahteraan yang diinginkan para pendiri bangsa.
“Jika program jaminan sosial telah tertanam dalam pola pikir generasi muda, maka mereka akan mampu mewujudkan hak dan kewajibannya sebagai warga negara dalam program perlindungan sosial,” katanya.
Sementara itu, Henky Rhosidien, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar, Riau dan Kepri, mengungkapkan bahwa menambah literasi jaminan sosial sejak usia pelajar akan menjadi dasar untuk kesejahteraan dan kemajuan sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Dia menekankan pentingnya pemahaman generasi muda tentang program jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum mereka memasuki dunia kerja.
“Kami mendukung penuh program ini karena langkah ini sangat penting untuk meningkatkan literasi jaminan sosial sejak dini. BPJS Ketenagakerjaan memiliki amanah untuk melindungi seluruh pekerja Indonesia melalui lima program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kami perlu memastikan seluruh pekerja dan calon pekerja memahami pentingnya program jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum mereka mulai bekerja,” ungkap Henky.
Henky juga menambahkan bahwa dengan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan, pekerja dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam bekerja. Jika terjadi kecelakaan atau kematian, risiko tersebut tidak akan membebani pekerja dan keluarganya karena tanggung jawabnya telah beralih ke BPJS Ketenagakerjaan.
“Program jaminan sosial ketenagakerjaan ini adalah salah satu program negara untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, kami berharap dapat segera mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia,” tukasnya.
Penulis: Ismail
Editor: Aliman








